<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Ahlussunnah Kendari</title>
	<atom:link href="http://w4hyu02.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://w4hyu02.wordpress.com</link>
	<description>Berilmu sebelum berkata dan beramal</description>
	<lastBuildDate>Sun, 21 Nov 2010 09:46:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='w4hyu02.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/49b4a1f70a931454f4882eaede6f0833?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Ahlussunnah Kendari</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://w4hyu02.wordpress.com/osd.xml" title="Ahlussunnah Kendari" />
	<atom:link rel='hub' href='http://w4hyu02.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (5), Al-Qasim bin Muhammad</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/11/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-5-al-qasim-bin-muhammad/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/11/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-5-al-qasim-bin-muhammad/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Sep 2010 07:06:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Al-Qasim bin Muhammad Cucu Abu Bakr Ash-Shiddiq yang Paling Mirip dengan Kakeknya Sejak ayahnya meninggal, beliau hidup dalam keadaan yatim di bawah asuhan dan didikan bibinya, yaitu Ummul Mukminin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, salah seorang istri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam yang dikatakan oleh para ulama sebagai orang yang paling berilmu ketika itu. Sehingga tidaklah mengherankan jika [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=51&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Al-Qasim  bin Muhammad</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Cucu  Abu Bakr Ash-Shiddiq yang Paling Mirip dengan Kakeknya</strong></span></h2>
<p>Sejak ayahnya meninggal, beliau hidup dalam keadaan yatim di bawah  asuhan dan didikan bibinya, yaitu Ummul Mukminin ‘Aisyah <em>radhiyallahu  ‘anha</em>, salah seorang istri Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi  wasallam</em> yang dikatakan oleh para ulama sebagai orang yang paling  berilmu ketika itu. Sehingga tidaklah mengherankan jika beliau kemudian  menjadi seorang alim besar dari generasi tabi’in. Ditambah dengan  kemuliaan akhlak dan adab yang melekat pada dirinya, sangatlah pantas  kalau dikatakan beliau adalah salah seorang dari Al-Fuqaha’ As-Sab’ah.</p>
<p><strong><span id="more-51"></span>Kunyah dan Nama Lengkap Beliau</strong></p>
<p>Nama lengkap beliau adalah Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr  Ash-Shiddiq At-Taimi Al-Qurasyi, Al-Madani Al-Faqih. Menilik dari  silsilahnya, beliau merupakan cucu Al-Khalifah Ar-Rasyid Abu Bakr  Ash-Shiddiq <em>radhiyallahu ‘anhu</em>, shahabat yang paling dicintai  oleh Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dan sekaligus  manusia terbaik di muka bumi setelah wafatnya Al-Mushthafa <em>shallallahu  ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p>Tokoh tabi’in keponakan ibunda kaum mukminin A’isyah <em>radhiyallahu  ‘anha</em> ini berkunyah Abu Muhammad, dan ada yang mengatakan beliau  berkunyah Abu ‘Abdirrahman.</p>
<p><strong>Keilmuan, Ibadah, dan Akhlak Beliau</strong></p>
<p>Al-Qasim meriwayatkan hadits dari ayahnya (yakni Muhammad bin Abi  Bakr), ‘Aisyah, Ibnu ‘Abbas, Ibnu ‘Umar, Ibnu Az-Zubair, Ibnu ‘Amr bin  Al-‘Ash, ‘Abdullah bin Ja’far, Abu Hurairah, ‘Abdullah bin Khabbab,  Mu’awiyah, Rafi’ bin Khadij, Aslam -bekas budak Ibnu ‘Umar <em>radhiyallahu  ‘anhuma</em>-, Fathimah bintu Qais, dan yang lainnya.</p>
<p>Dan adapun para muhadditsun yang meriwayatkan dari beliau di  antaranya adalah anaknya sendiri (yakni ‘Abdurrahman), Asy-Sya’bi, Salim  bin ‘Abdillah bin ‘Umar, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, Ibnu Abi Mulaikah,  Nafi’ maula Ibni ‘Umar, Az-Zuhri, Ayyub As-Sakhtiyani, Ibnu ‘Aun,  Rabi’ah, Abu Az-Zinad, dan masih banyak lagi.</p>
<p>Beliau adalah seorang tabi’in yang amanah. Wajar jika kemudian ‘Umar  bin ‘Abdul ‘Aziz yang dikenal sebagai khalifah kelima yang adil,  tertarik akan keamanahannya. Ia berkata: “Seandainya aku punya sedikit  kekuasaan, aku akan jadikan Al-Qasim sebagai khalifah.”</p>
<p>Al-Qasim kecil sabar menjalani takdir Allah <em>‘azza wajalla</em> sebagai anak yatim dalam tarbiyah ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha,</em> istri Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Menurut  ‘Abdullah bin Az-Zubair <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, beliau adalah  cucu Abu Bakar Ash-Shiddiq yang paling mirip dengan kakeknya.</p>
<p>Beliau pernah mengatakan: “‘Aisyah adalah seorang mufti wanita dari  zaman Abu Bakar, ‘Umar, ‘Utsman dan seterusnya sampai ia meninggal. Aku  senantiasa bersimpuh menimba ilmu darinya dan juga duduk belajar kepada  Ibnu ‘Abbas, Abu Hurairah dan Ibnu ‘Umar”.</p>
<p>Ini adalah ungkapan yang mengisyaratkan antusiasnya beliau terhadap  ilmu agama meskipun menanggung beban hidup yang sangat berat sebagai  anak yatim.</p>
<p>Ayyub As-Sakhtiyani -salah seorang alim di zamannya- berkata: “Aku  tidak melihat seorang pun yang lebih utama darinya. Ia tidak mau  mengambil uang yang (padahal) halal untuknya senilai seratus ribu  dinar.”</p>
<p>Ini adalah ungkapan seorang alim yang menunjukkan sifat wara’ dan  keutamaan Al-Qasim. Bahkan karena kehati-hatiannya dalam berfatwa, ia  mengatakan: “Seseorang hidup dengan kebodohan setelah mengetahui hak  Allah, lebih baik baginya daripada ia mengatakan sesuatu yang ia tidak  mengetahuinya (berfatwa tanpa ilmu).” Sehingga Al-Imam Malik mengatakan  bahwa beliau adalah seorang alim yang sedikit dalam memberikan fatwa.</p>
<p>Beliau juga dikenal sebagai seorang alim yang memiliki sifat  tawadhu’. Ibnu Ishaq menceritakan: “Aku melihat Al-Qasim mengerjakan  shalat, kemudian datanglah seorang badui kepada beliau dan mengatakan:  ‘Siapa yang lebih berilmu? Engkau atau Salim?’ Maka Al-Qasim mengatakan:  ‘Subhanallah.’ Terus beliau mengulang-ulang kalimat ini. Kemudian  beliau mengatakan: ‘Itu adalah Salim, tanyakanlah kepadanya’.”</p>
<p>Ibnu Ishaq mengatakan: “Al-Qasim tidak suka kalau mengatakan: ‘aku  lebih berilmu daripada salim’ karena hal itu termasuk memuji diri  sendiri, dan beliau juga tidak suka kalau mengatakan: ‘Salim lebih  berilmu’ karena berarti dia telah berdusta. Kemudian Ibnu Ishaq  mengatakan: “Dan Al-Qasim adalah lebih berilmu daripada Salim.”</p>
<p>Dahulu Ibnu Sirin memerintahkan orang-orang yang menunaikan ibadah  haji untuk melihat bimbingan Al-Qasim, maka orang-orang pun meneladani  (mengambil bimbingan) dari beliau.</p>
<p>Sebelum meninggal, Al-Qasim berwasiat kepada salah seorang anaknya:  “Ratakanlah kuburku dan taburilah dengan tanah, serta janganlah kamu  menyebut-nyebut keadaanku demikian dan demikian.”</p>
<p><strong>Pujian Para Ulama kepada Beliau </strong></p>
<p>Abdurrahman bin Al-Qasim (anaknya sendiri) pernah mengatakan: “Beliau  adalah manusia paling utama di zamannya.”</p>
<p>Yahya bin Sa’id berkata: “Kami tidak melihat seorang pun di Madinah  yang lebih kami utamakan daripada Al-Qasim.”</p>
<p>Abu Az-Zinad berkata: “Aku tidak melihat seorang yang lebih tahu  tentang As-Sunnah daripada Al-Qasim bin Muhammad, dan aku juga melihat  tidak ada seorang pun yang lebih jenius daripada dia.”</p>
<p>Imam <em>Daril Hijrah </em>Malik bin Anas mengatakan: “Al-Qasim  adalah salah seorang di antara Fuqaha’ umat ini.”</p>
<p>Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan: “Orang yang paling mengetahui hadits  (riwayat dari) ‘Aisyah ada tiga: Al-Qasim bin Muhammad, ‘Urwah bin  Az-Zubair, dan ‘Amrah bintu ‘Abdirrahman.”</p>
<p>Ibnu Hibban mengatakan: “Beliau adalah termasuk tokoh tabi’in dan  orang yang paling utama di zamannya dari sisi keilmuan, adab, dan fiqh.”</p>
<p><strong>Wafat Beliau</strong></p>
<p>Al-Qasim, seorang tokoh besar tabi’in yang buta di akhir kehidupannya  ini wafat setelah meninggalnya ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz. Para ulama  berbeda pendapat dalam menyebutkan tahun wafat dan umur beliau ketika  itu. Ada yang mengatakan beliau wafat tahun 101 H, atau 102 H, ada juga  yang mengatakan tahun 105 H, atau tahun 107 H. Beliau wafat dalam usia  70 tahun pada masa kekhalifahan Yazid bin ‘Abdil Malik bin Marwan  sewaktu menunaikan ibadah ‘umrah bersama Hisyam bin ‘Abdil Malik di  perbatasan antara kota Madinah dan Makkah.</p>
<p>Di antara untaian hikmah yang pernah beliau ucapkan adalah: “Allah  menjadikan (bagi) kejujuran itu (dengan) kebaikan yang akan datang  sebagai ganti dari-Nya.”</p>
<p>Semoga Allah <em>subhanahu wata’ala</em> merahmati beliau.</p>
<p><strong>Bersambung, Insya Allah edisi berikutnya biografi ‘Ubaidullah  bin ‘Abdillah bin ‘Utbah bin Mas’ud. </strong></p>
<p><strong>Rujukan:</strong></p>
<p>1.       Al-Bidayah Wan Nihayah</p>
<p>2.       Siyar A’lamin Nubala’</p>
<p>3.       Tadzkiratul Huffazh</p>
<p>4.       Tahdzibut Tahdzib</p>
<p>5.       Taqribut Tahdzib.</p>
<p><strong>Dirangkum oleh Muhammad Rifqi dan Abu ‘Abdillah Kediri.<br />
</strong></p>
<p><strong>sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=459#more-459<br />
</strong></p>
<br />Filed under: <a href='http://w4hyu02.wordpress.com/category/biografi/'>Biografi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=51&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/11/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-5-al-qasim-bin-muhammad/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (4), Sulaiman bin Yasar</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/09/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-4-sulaiman-bin-yasar/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/09/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-4-sulaiman-bin-yasar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 09:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
		
		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=47</guid>
		<description><![CDATA[Sulaiman bin Yasar Seorang ‘Alim Yang Rendah Hati Bangga diri terhadap ilmu yang ada pada dirinya, kemudian merendahkan yang lainnya merupakan akhlak orang-orang yang bodoh, walaupun pada hakikatnya dirinya memiliki ilmu yang luas. Kunyah dan Nama Lengkap Beliau Beliau adalah Abu Ayyub Sulaiman bin Yasar Al-Hilali Al-Madani. Tentang kunyah beliau ini masih diperselisihkan oleh para [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=47&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Sulaiman  bin Yasar</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Seorang  ‘Alim Yang Rendah Hati</strong></span></h2>
<p>Bangga diri terhadap ilmu yang ada pada dirinya, kemudian merendahkan  yang lainnya merupakan akhlak orang-orang yang bodoh, walaupun pada  hakikatnya dirinya memiliki ilmu yang luas.</p>
<p><strong><span id="more-47"></span>Kunyah dan Nama Lengkap  Beliau</strong></p>
<p>Beliau adalah Abu Ayyub Sulaiman bin Yasar Al-Hilali Al-Madani.  Tentang kunyah beliau ini masih diperselisihkan oleh para ulama, ada  yang mengatakan bahwa kunyah beliau adalah Abu ‘Abdirrahman, dan ada  yang mengatakan bahwa kunyah beliau adalah Abu ‘Abdillah. Namun yang  lebih mendekati kebenaran bahwa kunyah beliau adalah Abu Ayyub. Wallahu  a’lam.</p>
<p>Beliau dilahirkan pada akhir-akhir masa Al-Khalifah Ar-Rasyid ‘Utsman  bin ‘Affan <em>radhiyallahu ‘anhu</em>. Seorang ‘alim yang berada pada  thabaqah ketiga ini adalah imam dan mufti, salah seorang dari tujuh  tokoh fuqaha’ kota Madinah. Beliau adalah seorang maula (bekas budak)  dari Ummul Mu’minin Maimunah Al-Hilaliyyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>,  dan ada pula yang mengatakan bahwa beliau adalah sekretaris Ummu Salamah  <em>radhiyallahu ‘anha</em>.</p>
<p>Beliau memiliki beberapa saudara kandung yaitu ‘Atha’ bin Yasar,  ‘Abdul Malik bin Yasar, dan ‘Abdullah bin Yasar. ‘Atha’ bin Yasar adalah  juga seorang ‘alim yang cukup disegani di kota Madinah.</p>
<p><strong>Keilmuan, Ibadah, dan  Akhlak Beliau</strong></p>
<p>Beliau meriwayatkan hadits dari Zaid bin Tsabit, ‘Abdullah bin  ‘Abbas, Abu Hurairah, Hassan bin Tsabit, Jabir bin ‘Abdillah, Rafi’ bin  Khudaij, ‘Abdullah bin ‘Umar, ‘Aisyah, Ummu Salamah, Maimunah, Abu Rafi’  -maula Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>-, Hamzah bin ‘Amr  Al-Aslami, Al-Miqdad bin Al-Aswad, ‘Urwah bin Az-Zubair, Kuraib, ‘Irak  bin Malik, ‘Amrah Al-Anshariyah, Muslim bin As-Saib, dan yang lainnya.</p>
<p>Adapun yang meriwayatkan hadits dari beliau adalah saudara kandung  beliau yaitu ‘Atha’ bin Yasar, Ibnu Syihab Az-Zuhri, Bukair bin  Al-Asyaj, ‘Amr bin Dinar, ‘Amr bin Maimun bin Mihran, Salim Abu  An-Nadhr, Rabi’ah Ar-Ray, Ya’la bin Hakim, Ya’qub bin ‘Utbah, Abu  Az-Zinad, Shalih bin Kaisan, Muhammad bin ‘Amr bin ‘Atha’, Muhammad bin  Yusuf Al-Kindi, Yahya bin Sa’id Al-Anshari, Yunus bin Yusuf, ‘Abdullah  bin Al-Fadhl Al-Hasyimi, ‘Amr bin Syu’aib, Muhammad bin Abi Harmalah,  ‘Abdurrahman bin Yazid bin Jabir, Khutsaim bin ‘Irak, dan yang lainnya.</p>
<p>Beliau dan saudara kandungnya yaitu ‘Atha’ bin Yasar adalah orang  yang sangat bersungguh-sungguh dalam beribadah. Abu Hazim berkata:  “Tidaklah aku melihat seorang laki-laki yang senantiasa berada di Masjid  Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> selain dari ‘Atha bin  Yasar.”</p>
<p>Beliau dan saudara kandungnya ini juga dikenal sebagai orang yang  sangat rajin melaksanakan ibadah puasa.</p>
<p>Keluasan ilmunya menjadikan sebagian ulama lebih mengutamakan beliau  dari sisi keilmuan dibanding Sa’id bin Al-Musayyib. Namun beliau adalah  seorang yang sangat tawadhu’. Beliau pernah mengatakan tentang keutamaan  Sa’id bin Al-Musayyib: “Sa’id bin Al-Musayyib adalah seorang manusia  pilihan.”</p>
<p>Diceritakan oleh ‘Abdullah bin Yazid Al-Hudzali bahwa suatu ketika  datang seseorang kepada Sa’id bin Al-Musayyib untuk menanyakan tentang  sesuatu, maka kata Sa’id bin Al-Musayyib: “Pergilah engkau kepada  Sulaiman bin Yasar, karena sesungguhnya dia adalah orang yang paling  ‘alim dari manusia pilihan pada masa ini.”</p>
<p>Al-Imam Malik berkata: “Sulaiman bin Yasar adalah ulama umat setelah  Sa’id bin Al-Musayyib, dan beliau sering menyepakati Sa’id dalam  permasalahan agama. Dan Sa’id sendiri tidak berani mendahuluinya.”</p>
<p>Begitulah akhlak orang-orang yang berilmu, mereka adalah orang-orang  yang memiliki sifat tawadhu’ (rendah hati), saling mengutamakan antara  yang satu dengan yang lainnya, dan tidak membanggakan dirinya kemudian  merendahkan yang lain walaupun pada hakikatnya dirinya memiliki  kelebihan dibanding yang lainnya.</p>
<p>Adapun membanggakan apa yang ada pada dirinya kemudian merendahkan  yang lainnya merupakan akhlak orang-orang yang bodoh walaupun pada  hakikatnya dirinya memiliki ilmu yang luas.</p>
<p>Beliau dikaruniai oleh Allah <em>subhanahu wata’ala</em> wajah yang  sangat tampan. Bahkan dikatakan sebagai manusia yang paling tampan pada  zamannya. Dihikayatkan dalam sebuah kisah bahwasanya pernah ada seorang  wanita yang sangat cantik masuk kepada beliau. Kemudian si wanita  tersebut menginginkan sesuatu kepada beliau untuk dirinya -sebagaimana  dalam kisah Nabi Yusuf <em>‘alaihissalam</em>-, namun beliau menolaknya  dan segera lari keluar dari si wanita tersebut. Maka pada malam harinya  beliau bermimpi bertemu dengan Nabi Yusuf. Maka berkatalah beliau: “Anda  Nabi Yusuf?” Nabi Yusuf menjawab: “Ya, saya adalah Yusuf yang sempat  terbetik keinginan terhadap wanita itu (yakni istri Al-’Aziz), dan  adapun engkau adalah Sulaiman yang tidak terbetik keinginan terhadap  wanita tersebut.”</p>
<p>Namun hikayat ini masih dipertanyakan tentang kebenarannya karena  sanadnya terputus.</p>
<p><strong>Pujian Para Ulama Kepada  Beliau </strong></p>
<p>Ibnu Syihab Az-Zuhri berkata: “Beliau adalah seorang ‘alim.”</p>
<p>Al-Hasan bin Muhammad bin Al-Hanafiyyah berkata: “Sulaiman bin Yasar  menurut kami adalah orang yang lebih pandai dibanding Sa’id bin  Al-Musayyib.”</p>
<p>Ibnu Sa’d berkata: “Beliau adalah seorang yang terpercaya, ‘alim,  tinggi kedudukannya, faqih, dan banyak haditsnya.”</p>
<p>Qatadah bin Di’amah berkata: “Aku sampai di kota Madinah, maka aku  bertanya kepada penduduknya tentang orang yang paling ‘alim tentang  masalah thalaq di kota tersebut, maka mereka menjawab: Sulaiman bin  Yasar.”</p>
<p>Abu Zur’ah berkata: “Beliau adalah seorang yang terpercaya, amanah,  memiliki keutamaan dan seorang ahli ibadah.”</p>
<p>Yahya bin Ma’in  berkata: “Sulaiman adalah seorang yang terpercaya.”</p>
<p>An-Nasa’i  berkata: “Beliau termasuk salah satu dari imam kaum  muslimin.”</p>
<p>Ibnu Hibban berkata: “Beliau adalah termasuk Fuqaha’ kota Madinah dan  Qurra’ (Ahli Qira’ah) nya kota itu.”</p>
<p><strong>Wafat Beliau</strong></p>
<p>Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan tahun wafat beliau. Ada  yang mengatakan beliau wafat pada tahun 107 Hijriyyah pada usia 73  tahun,</p>
<p>Al-Imam Al-Bukhari meriwayatkan bahwa Harun bin Muhammad berkata: Aku  mendengar sebagian kawanku berkata: Tahun wafat Sulaiman bin Yasar,  Sa’id bin Al-Musayyib, ‘Ali bin Al-Husain, Abu Bakr bin ‘Abdirrahman  pada tahun 94 Hijriyyah, disebut tahun Fuqaha’.</p>
<p>Semoga Allah <em>ta’ala</em> merahmati beliau …</p>
<p><em>Bersambung, Insya Allah  edisi berikutnya biografi Al-Qasim bin Muhammad. </em></p>
<p><strong>Rujukan:</strong></p>
<p>1.       Al-Bidayah Wan Nihayah</p>
<p>2.       Siyar A’lamin Nubala’</p>
<p>3.       Tahdzibut Tahdzib</p>
<p>Dirangkum oleh Muhammad Rifqi dan Abu Abdillah.</p>
<p>sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=435#more-435</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/47/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/47/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/47/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=47&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/09/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-4-sulaiman-bin-yasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (3), Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/09/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-3-abu-bakr-bin-%e2%80%98abdirrahman-bin-al-harits/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/09/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-3-abu-bakr-bin-%e2%80%98abdirrahman-bin-al-harits/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 08:54:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=43</guid>
		<description><![CDATA[Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits Pemuda Ahli Ibadah Para muhadditsin sepakat bahwa enam dari Al-Fuqaha’ As-Sab’ah itu adalah Sa’id, ‘Urwah, Al-Qasim, Sulaiman, ‘Ubaidullah, dan Kharijah sebagaimana yang telah lewat penyebutannya. Kemudian mereka berbeda pendapat, siapakah yang ketujuh. Ada yang mengatakan dia adalah Abu Bakr bin ‘Abdirrahman, ada yang berpendapat dia adalah Salim bin ‘Abdillah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=43&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Abu  Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Pemuda  Ahli Ibadah</strong></span></h2>
<p>Para muhadditsin sepakat bahwa enam dari  Al-Fuqaha’ As-Sab’ah itu adalah Sa’id, ‘Urwah, Al-Qasim, Sulaiman,  ‘Ubaidullah, dan Kharijah sebagaimana yang telah lewat penyebutannya.  Kemudian mereka berbeda pendapat, siapakah yang ketujuh. Ada yang  mengatakan dia adalah Abu Bakr bin ‘Abdirrahman, ada yang berpendapat  dia adalah Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar, dan ada pula yang berpendapat  dia adalah Abu Salamah bin ‘Abdirrahman bin ‘Auf <em>rahimahumullahu  jami’an</em>.</p>
<p><span id="more-43"></span>Terlepas dari perbedaan pendapat yang ada,  kami akan menyebutkan pada edisi kali ini biografi singkat Abu Bakr bin  ‘Abdirrahman, untuk menyesuaikan dengan penyebutan jajaran Al-Fuqaha’  As-Sab’ah dalam bait syair yang telah lewat. Dan Insya Allah kami juga  akan menampilkan biografi Salim bin ‘Abdillah bin ‘Umar dan Abu Salamah  bin ‘Abdirrahman bin ‘Auf pada edisi yang lain.</p>
<p><strong>Kunyah dan Nama Lengkap Beliau</strong></p>
<p>Beliau bernama Abu Bakr bin ‘Abdirrahman bin Al-Harits bin Hisyam bin  Al-Mughirah bin ‘Abdillah bin ‘Umar bin Makhzum Al-Qurasyi Al-Madani.  Ada yang mengatakan bahwa nama beliau adalah Muhammad, ada pula yang  mengatakan namanya adalah Al-Mughirah. Dan ada yang mengatakan juga  bahwa nama beliau adalah Abu Bakr dan kunyahnya adalah Abu ‘Abdirrahman.  Namun pendapat yang benar adalah kunyah beliau sama dengan namanya,  yaitu Abu Bakr. Wallahu A’lam.</p>
<p>Dilahirkan pada masa khalifah Al-Faruq ‘Umar bin Al-Khaththab <em>radhiyalahu  ‘anhu</em>. Beliau termasuk dalam jajaran fuqaha’ yang menempati  thabaqah  ketiga. Di samping sebagai seorang tokoh tabi’in yang mulia,  beliau juga termasuk dari jajaran pembesar kaumnya yaitu Bani Makhzum.</p>
<p>Ayah beliau yaitu ‘Abdurrahman bin Al-Harits termasuk tokoh besar  tabi’in dan dimuliakan di tengah-tengah kaumnya, memiliki  pandangan-pandangan dan pemikiran yang tajam serta banyak memiliki  keutamaan.</p>
<p>Ayah beliau dilahirkan ketika Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi  wasallam</em> masih hidup, namun tidak diketahui apakah beliau termasuk  shahabat atau bukan.</p>
<p>Beliau dikaruniai oleh Allah <em>‘azza wajalla</em> putra yang  banyak. Di antara putra-putra beliau adalah ‘Abdullah, Salamah, ‘Abdul  Malik, ‘Umar, dan lainnya. Beliau juga banyak memiliki saudara kandung  di antaranya adalah ‘Abdullah, ‘Abdul Malik, ‘Ikrimah, Muhammad,  Mughirah, Yahya, ‘Aisyah, Ummu Al-Harits -dan dia adalah seorang wanita  yang buta-, dan yang lainnya.</p>
<p><strong>Keilmuan, Ibadah, dan Akhlak Beliau</strong></p>
<p>Beliau meriwayatkan hadits dari ayahnya sendiri yaitu ‘Abdurrahman  bin Al-Harits, ‘Ammar bin Yasir, Abu Hurairah, Asma’ bintu Abi Bakr,  ‘Aisyah, Ummu Salamah, Abu Mas’ud Al-Anshari, Naufal bin Mu’awiyah,  Marwan bin Al-Hakam, ‘Abdurrahman bin Muthi’, Abu Rafi’ An-Nabawi, Asma’  bintu ‘Umais, dan lain-lain.</p>
<p>Sedangkan para ulama yang meriwayatkan hadits dari beliau adalah  putra beliau sendiri yaitu ‘Abdullah dan ‘Abdul Malik, Mujahid bin Jabr  Al-Makki, ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz, ‘Amir bin Syurahbil Asy-Sya’bi, ‘Irak  bin Malik, ‘Amr bin Dinar, Ibnu Syihab Az-Zuhri, ‘Abdu Rabbih bin Sa’id,  ‘Ikrimah bin Khalid, ‘Ibrahim bin Muhajir, ‘Abdullah bin Ka’b  Al-Himyari, ‘Abdul Wahid bin Aiman, Al-Qasim bin Muhammad bin  ‘Abdirrahman, dan yang lainnya.</p>
<p>Beliau diberi julukan dengan ‘Rahib Quraisy’ yang artinya adalah  seorang ahli ibadah dari Quraisy disebabkan banyaknya shalat-shalat  sunnah yang beliau lakukan.</p>
<p>Beliau adalah orang yang menjaga kehormatan dirinya untuk tidak  meminta-minta kepada orang lain. Tokoh tabi’in yang terpercaya dan  selalu menjaga amanah ini sangat rajin mengamalkan puasa-puasa sunnah.</p>
<p><strong>Pujian Para Ulama kepada Beliau</strong></p>
<p>Abu Dawud<strong> </strong>berkata: “Beliau adalah seorang yang  menjaga kehormatan dirinya dari meminta-minta dan adalah beliau tatkala  bersujud dalam shalatnya, beliau letakkan tangannya ke dalam suatu  tempat air (baskom) disebabkan oleh penyakit yang dideritanya.”</p>
<p>Adz-Dzahabi berkata: “Abu Bakr bin ‘Abdirrahman adalah termasuk dari  orang-orang yang bisa mengumpulkan pada dirinya ilmu, amal, dan  kemuliaan. Dan beliau mampu mewarisi kedudukan ayahnya dalam hal  kemuliaan.”</p>
<p>Az-Zubair bin Bakkar berkata: “Beliau adalah salah seorang dari tujuh  fuqaha’ kota Madinah, beliau diberi gelar dengan ‘Ar-Rahib’ (orang yang  banyak beribadah) dan beliau termasuk dari kalangan para pembesar  Quraisy.”</p>
<p>Ibnu Khirasy berkata: “Beliau adalah termasuk salah satu dari ulama  kaum muslimin. Beliau dan saudara-saudara kandungnya merupakan  permisalan tentang orang-orang yang memiliki keutamaan.”</p>
<p>Ahmad bin ‘Abdillah Al-’Ijli berkata: “Beliau adalah seorang tabi’in  yang terpercaya.”</p>
<p>Al-Waqidi berkata: “Beliau adalah seorang yang terpercaya, faqih,  seorang yang ‘alim, dermawan, dan banyak haditsnya.”</p>
<p><strong>Wafat Beliau</strong></p>
<p>Beliau wafat pada tahun 94 Hijriyah. Suatu tahun yang dikenal dengan  nama tahun Fuqaha disebabkan banyaknya para fuqaha’ yang meninggal pada  tahun tersebut.</p>
<p><em>Bersambung, Insya Allah tampilan berikutnya biografi Sulaiman bin  Yasar.</em></p>
<p><strong>Rujukan:</strong></p>
<p>1. Siyar A’lamin Nubala’</p>
<p>2. Al-Bidayah Wan Nihayah</p>
<p>3. Tahdzibut Tahdzib</p>
<p><strong>ditulis oleh Al-Ustadz Muhammad Rifqi</strong></p>
<p>sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=423#more-423</p>
<br />Filed under: <a href='http://w4hyu02.wordpress.com/category/biografi/'>Biografi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=43&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/09/09/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-3-abu-bakr-bin-%e2%80%98abdirrahman-bin-al-harits/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (2), ‘Urwah bin Az-Zubair</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/05/13/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-2-%e2%80%98urwah-bin-az-zubair/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/05/13/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-2-%e2%80%98urwah-bin-az-zubair/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 09:53:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[‘Urwah bin Az-Zubair Tabi’in yang Menjadi Teladan dalam Kesabaran Sabar dan yakin terhadap ayat-ayat-Nya, dua kunci sukses seseorang meraih kepemimpinan di dalam agama ini, memimpin dan mengarahkan umat kepada jalan yang lurus sesuai dengan rambu-rambu agama yang telah digariskan oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wasallam. Mereka itulah para ulama Rabbaniyyin -yang dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=38&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">‘Urwah  bin  Az-Zubair</span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;">Tabi’in  yang Menjadi Teladan dalam Kesabaran</span></h2>
<p>Sabar dan yakin terhadap  ayat-ayat-Nya, dua kunci sukses seseorang  meraih kepemimpinan di  dalam agama ini, memimpin dan mengarahkan umat  kepada jalan yang  lurus sesuai dengan rambu-rambu agama yang telah  digariskan oleh Allah  subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya shallallahu  ‘alaihi wasallam.</p>
<p><span id="more-38"></span>Mereka itulah  para ulama <em>Rabbaniyyin</em> -yang dengan kesabaran dan keyakinan  mereka terhadap ayat-ayat Allah-  telah berhasil memimpin umat dari  generasi ke generasi untuk berpegang  teguh dengan kitab Rabbnya dan  sunnah Nabinya berdasarkan pemahaman  as-salafush shalih.</p>
<p>Di antara tokoh ulama yang pantas untuk digelari imam yang berhasil   memimpin dan membimbing umat menuju agama Allah adalah ‘Urwah bin   Az-Zubair <em>rahimahullah</em>. Kesabarannya yang luar biasa telah   membuka jalan baginya untuk meraih kepemimpinan dalam agama ini.   Ditambah ketinggian dan kekokohan ilmu yang dimilikinya, semakin   menempatkan beliau kepada derajat ‘alim yang layak untuk diteladani.</p>
<p><strong>Kunyah, Nama Lengkap, dan Nasab Beliau</strong></p>
<p>Beliau adalah Abu ‘Abdillah ‘Urwah bin Az-Zubair bin Al-’Awwam bin   Khuwailid bin Asad bin ‘Abdil ‘Uzza bin Qushay bin Kilab Al-Qurasyi   Al-Asadi Al-Madani.</p>
<p>Beliau adalah seorang tabi’in yang mulia, satu dari Al-Fuqaha’   As-Sab’ah (tujuh tokoh fuqaha’ /ulama) yang masyhur dalam sejarah kaum   muslimin, panutan umat, putra dari Az-Zubair bin Al-’Awwam <em>radhiyallahu   ‘anhu</em>, salah seorang <em>As-Sabiqunal Awwalun</em> (para shahabat   Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> yang pertama-tama masuk   Islam). Bersama dengan sembilan shahabat yang lain, <em>Hawari</em> (penolong) Rasulullah ini telah mendapatkan kabar gembira masuk ke dalam   surga selagi mereka masih hidup di dunia.</p>
<p>Ibu beliau adalah Asma’ bintu Abi Bakr Ash-Shiddiq <em>radhiyallahu   ‘anhuma</em>, wanita mulia yang turut membantu persiapan ayahanda dan   Nabi-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wasallam </em>berangkat hijrah ke kota   Madinah. Bermula dari sinilah beliau kemudian mendapatkan julukan <em>Dzatun   Nithaqain</em> (yang memiliki dua ikat pinggang). JAdi, manusia terbaik   setelah Rasulullah -yakni Abu Bakr Ash-Shiddiq- adalah kakek beliau   dari jalur ibu.</p>
<p>Beliau adalah adik kandung ‘Abdullah bin Az-Zubair <em>radhiyallahu   ‘anhuma</em>, salah seorang <em>Al-’Abadilah Al-Arba’ah</em><a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=415#_ftn1">[1]</a>,  dengan  usia yang terpaut 20 tahun.</p>
<p>Bibi beliau adalah ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em>, ibunda kaum   mukminin. Dari beliaulah, keponakan yang shalih ini banyak menimba ilmu   dan meriwayatkan hadits Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.   Sehingga tidaklah mengherankan kalau kemudian ‘Urwah menjadi salah   seorang tabi’in yang paling mengetahui hadits yang diriwayatkan oleh   ‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em> dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi   wasallam</em>.</p>
<p>Sufyan bin ‘Uyainah mengatakan: Yang paling mengetahui hadits (yang   diriwayatkan) ‘Aisyah adalah ‘Urwah, ‘Amrah, dan Al-Qasim.</p>
<p>Qabishah bin Dzu’aib mengatakan: ‘Urwah telah mengalahkan kami dalam   masuknya beliau (untuk meriwayatkan hadits) dari ‘Aisyah, dan ‘Aisyah   adalah orang yang paling berilmu.</p>
<p>Beliau dilahirkan pada tahun ke-23 Hijriyyah pada masa kekhalifahan   ‘Utsman bin ‘Affan di kota Madinah. Al-Imam Adz-Dzahabi menempatkan   beliau pada posisi thabaqah yang kedua, thabaqahnya para tokoh besar   tabi’in.</p>
<p><strong>Keilmuan, Ibadah dan Akhlak Beliau</strong></p>
<p>Beliau sempat meriwayatkan hadits dari ayahnya, namun hanya sedikit.   Dan juga meriwayatkan hadits dari Sa’id bin Zaid, ‘Ali bin Abi Thalib,   Jabir, Al-Hasan, Al-Husain, Muhammad bin Maslamah, Abu Hurairah, Ibnu   ‘Abbas, Zaid bin Tsabit, Abu Ayyub Al-Anshari, Al-Mughirah bin Syu’bah,   Usamah bin Zaid, Mu’awiyah, ‘Amr bin Al-’Ash, ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al   ‘Ash, Hakim bin Hizam, ‘Abdullah bin ‘Umar, dan yang lainnya.</p>
<p>Beliau pun juga menimba ilmu dari para shahabiyah di antaranya Asma’   bintu Abi Bakar Ash-Shiddiq -ibunya sendiri-, ‘Aisyah Ummul Mu’minin   -bibi beliau-, Asma’ binti ‘Umais, Ummu Habibah, Ummu Salamah, Ummu   Hani’, Ummu Syarik, Fathimah bintu Qais, Dhuba’ah bintu Az-Zubair,   Busrah bintu Shafwan, Zainab bintu Abi Salamah, ‘Amrah Al-Anshariyyah <em>radhiyallahu   ‘anhunna ajma’in</em>.</p>
<p>Para ulama yang berguru dan meriwayatkan hadits dari beliau adalah   Sulaiman bin Yasar, Abu Salamah bin ‘Abdirrahman, Ibnu Syihab Az-Zuhri,   Abu Az-Zinad, Shalih bin Kaisan, Ja’far Ash-Shadiq, Ibnu Abi Mulaikah,   ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Utbah, ‘Atha bin Abi Rabah, ‘Umar bin   ‘Abdil ‘Aziz, ‘Amr bin Dinar, Yahya bin Abi Katsir, dan sejumlah ulama   yang lain.</p>
<p>Beliau adalah orang pertama yang menulis tentang masalah Al-Maghazi   (peperangan) dan yang paling banyak melantunkan syair pada zamannya.</p>
<p>Beliau adalah salah seorang di antara sepuluh ulama di kota Madinah   yang selalu menjadi rujukan khalifah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz sewaktu   beliau menjabat sebagai gubernur di kota tersebut.</p>
<p>Qabishah bin Dzu’aib menceritakan sebuah kisah:</p>
<p>Dahulu semasa khalifah Mu’awiyah, kami yaitu aku, Mush’ab bin   Az-Zubair, ‘Urwah bin Az-Zubair, Abu Bakar bin ‘Abdirrahman, ‘Abdul   Malik bin Marwan, ‘Abdurrahman Al-Miswar, Ibrahim bin ‘Abdirrahman bin   ‘Auf dan ‘Ubaidullah bin ‘Abdillah bin ‘Utbah biasa berkumpul membuat   halaqah setiap malam di masjid. Dan pada siang harinya kami berpisah.   Maka aku belajar kepada Zaid bin Tsabit -waktu itu beliau ditunjuk   sebagai ketua dalam bidang kehakiman, fatwa, qira’ah dan fara’idh sejak   masa khalifah ‘Umar, ‘Utsman dan ‘Ali di kota Madinah-. Kemudian aku  dan  Abu Bakar bin ‘Abdirrahman belajar kepada Abu Hurairah. Dan ‘Urwah   telah mendahului kami dalam belajar kepada ‘Aisyah.</p>
<p>Abu Az-Zinad menceritakan:</p>
<p>Dahulu pernah berkumpul di Al-Hijr (yakni Hijr Isma’il di Ka’bah)   Mush’ab bin Az-Zubair, ‘Abdullah bin Az-Zubair, ‘Urwah bin Az-Zubair dan   Ibnu ‘Umar. Mereka mengatakan: Mari kita berangan-angan!</p>
<p>‘Abdullah bin Az-Zubair berkata: Aku bercita-cita ingin menjadi   seorang khalifah.</p>
<p>‘Urwah berkata: Aku bercita-cita ingin menjadi seorang yang alim.</p>
<p>Mush’ab berkata: Adapun aku, aku ingin menjadi pemimpin Iraq dan   menikahi ‘Aisyah bintu Thalhah dan Sukainah bintu Al-Husain.</p>
<p>Adapun Ibnu ‘Umar, beliau berkata: Kalau aku hanya menginginkan   ampunan dari Allah <em>‘azza wajalla</em>.</p>
<p>Maka mereka semua telah berhasil menggapai cita-citanya masing-masing   dan adapun Ibnu ‘Umar semoga Allah mengampuninya.</p>
<p>Suatu ketika ‘Urwah melihat seorang laki-laki melakukan shalat dengan   cepat kemudian setelah selesai shalat dia berdo’a. ‘Urwah berkata:   Wahai saudaraku, tidakkah engkau memiliki kebutuhan kepada Rabb-mu dalam   shalatmu? Adapun aku, aku selalu meminta sesuatu kepada Allah  sampaipun  aku meminta garam.</p>
<p>Dahulu kebiasaan beliau setiap kali memasuki kebun, selalu membaca   surat Al-Kahfi ayat 39 dan diulang-ulanginya bacaan tersebut:</p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">ولولا إذ  دخلت جنتك قلت ما شاء الله لا قوة  إلا بالله إن ترن أنا أقل منك مالا  وولدا</span></strong></p>
<p><em>Dan Mengapa kamu tidak mengatakan waktu kamu memasuki kebunmu   “maasyaallaah, laa quwwata illaa billaah (sungguh atas kehendak Allah   semua ini terwujud, tiada kekuatan kecuali dengan pertolongan Allah).   sekiranya kamu anggap Aku lebih sedikit darimu dalam hal harta dan   keturunan.” </em>(<strong>Al Kahfi: 39</strong>)</p>
<p>……… sampai beliau keluar darinya.</p>
<p>Kebiasaan beliau dalam setiap harinya adalah membaca seperempat   Al-Qur’an. Kemudian seperempat Al-Qur’an yang beliau baca pada siang   harinya tersebut, dibaca dalam shalat malamnya. Dan tidak pernah   sekalipun beliau meninggalkan kebiasaan ini kecuali pada malam   diamputasinya kaki beliau.</p>
<p>Tentang sebab dan peristiwa diamputasinya kaki beliau ini juga   menjadi kisah tersendiri yang dapat menyentuh kalbu setiap insan mu’min   sekaligus menunjukkan kepada kita bukti sebuah kesabaran luar biasa di   dalam menghadapi suatu musibah besar yang telah ditunjukkan oleh  seorang  hamba Allah yang mu’min yang mungkin tiada lagi didapati  kesabaran yang  seperti itu apalagi di zaman sekarang ini.</p>
<p>Suatu ketika ‘Urwah bin Az-Zubair mendapat tugas  untuk menemui   khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik di ibukota kekhalifahan yaitu   Damaskus di negeri Syam. Maka keluarlah beliau beserta rombongan menuju   kota Damaskus. Setibanya di suatu tempat yang masih dekat dengan kota   Madinah yang dinamakan dengan Wadi Al-Qura, terjadi pada beliau semacam   luka di telapak kakinya yang kiri. Lambat laun luka tersebut   mengeluarkan nanah dan semakin bertambah parah. Waktu berlalu, dan luka   tersebut tidak saja semakin bertambah parah namun juga menyebabkan   kakinya busuk serta semakin menjalar menggerogoti kakinya.</p>
<p>Dan akhirnya sampailah beliau kepada khalifah Al-Walid di kota   Damaskus dalam keadaan ditandu dan penyakit tersebut telah menjalar   sampai setengah betis. Begitu mengetahui keadaan yang menimpa ‘Urwah,   khalifah Al-Walid segera memanggil para dokter ternama di kota tersebut   untuk mengobati penyakit beliau. Maka terkumpullah para dokter dan   segera memeriksa penyakit yang beliau derita tersebut. Setelah memeriksa   dan mendiagnosa jenis penyakit yang menimpa beliau, sampailah mereka   pada keputusan bahwa kaki beliau harus secepatnya diamputasi. Sebab   kalau tidak, penyakitnya akan terus menjalar ke pangkal paha dan   seterusnya ke arah anggota badan yang lain, dalam keadaan penyakit   tersebut sekarang telah menggerogoti sampai mencapai setengah paha   kirinya. Disampaikanlah keputusan tersebut kepada beliau dan ternyata   beliau bisa menerimanya dengan tabah.</p>
<p>Maka dimulailah persiapan untuk operasi pemotongan kaki beliau.   Kemudian para dokter tersebut menawarkan obat bius kepada beliau agar   nantinya tidak merasakan sakit ketika kakinya digergaji. Namun beliau   menolak tawaran tersebut seraya mengatakan: “Aku tidak pernah menyangka   terhadap seorang yang beriman kepada Allah bahwa dia akan minum suatu   obat yang akan membuat hilang akalnya sehingga dia tidak mengenal   Rabbnya. Akan tetapi kalau kalian mau memotongnya silakan, dan aku akan   berusaha menahan rasa sakitnya.”</p>
<p>Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa tatkala beliau menolak tawaran   para dokter tersebut, beliau mengatakan: “Akan tetapi jika memang  kalian  mau memotongnya silakan lakukan saja dan biarkanlah diriku dalam   keadaan shalat agar aku tidak merasakan sakit dan pedihnya.</p>
<p>Maka dimulailah operasi pemotongan kaki beliau yang sebelah kiri   dengan gergaji pada bagian atas sedikit dari kaki yang tidak terkena   penyakit. Sewaktu proses amputasi tersebut sedang berlangsung, beliau   tidak bergeming atau bergerak sama sekali dan juga tidak terdengar   rintihan rasa sakit sedikitpun. Maka ketika telah selesai dari proses   pemotongan kaki dan juga telah selesai dari shalatnya, datanglah   khalifah Al-Walid menghibur beliau. Dan berkatalah ‘Urwah kepada dirinya   sendiri: “Ya Allah, segala puji hanya untuk-Mu, dahulu aku memiliki   empat anggota tubuh (dua kaki dan dua tangan), kemudian Engkau ambil   satu. Walaupun Engkau telah mengambil anggota tubuhku namun Engkau masih   menyisakan yang lain. Dan walaupun Engkau telah memberikan musibah   kepadaku namun masa sehatku masih lebih panjang darinya. Segala puji   hanya untuk-Mu atas apa yang telah Engkau ambil dan atas apa yang telah   Engkau berikan kepadaku dari masa sehat.</p>
<p>Al-Walid berkata: “Belum pernah sekali pun aku melihat seorang syaikh   yang kesabarannya seperti dia.”</p>
<p>Dan tatkala diperlihatkan potongan kaki tersebut kepadanya, beliau   mengatakan: “Ya Allah, sesungguhnya Engkau mengetahui,  bahwasanya tidak   pernah sekalipun aku melangkahkan kakiku ke arah kemaksiatan.”</p>
<p>Dan pada malam itu juga bersamaan dengan telah selesainya operasi   pemotongan kaki, beliau mendapatkan kabar bahwa salah seorang putra   beliau yang bernama Muhammad -putra kesayangannya- meninggal dunia   karena ditendang oleh kuda sewaktu sedang bermain-main di dalam kandang   kuda.</p>
<p>Maka berkatalah beliau kepada dirinya sendiri: “Segala puji hanya   milik Allah, dahulu aku memiliki tujuh orang anak kemudian Engkau ambil   satu dan Engkau masih menyisakan enam. Maka walaupun Engkau telah   memberikan musibah kepadaku namun masa sehatku masih lebih panjang   darinya. Dan walaupun Engkau telah mengambil salah seorang anakku maka   sesungguhnya Engkau masih menyisakan yang lain.</p>
<p>Selama menunggu proses penyembuhan kakinya, beliau tinggal di   kediaman khalifah selama beberapa hari sekaligus sambil menyelesaikan   keperluan yang lain. Kemudian setelah dirasa telah sembuh dan semua   urusan telah selesai, kembalilah rombongan ke kota Madinah. Selama dalam   perjalanan pulang, tidak pernah terdengar sepatah kata pun lisan  beliau  menyebut-nyebut tentang musibah yang menimpa kakinya dan  kematian yang  menimpa putra kesayangannya. Dan juga tidak terlihat  beliau mengeluhkan  musibah yang menimpanya kepada orang lain.</p>
<p>Dan ketika rombongan telah sampai di tempat yang dinamakan dengan   Wadi Al-Qura -awal mula terjadinya musibah pada kaki beliau tersebut-,   beliau membaca ayat pada surat Al Kahfi ayat 62:</p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">فلما  جاوزا قال لفتاه آتنا غداءنا لقد لقينا  من سفرنا هذا نصبا</span></strong></p>
<p><em>“Maka tatkala mereka berjalan lebih jauh, berkatalah Musa kepada   muridnya: “Bawalah kemari makanan kita, sesungguhnya kita telah merasa   letih karena perjalanan kita ini”. </em>(<strong>Al-Kahfi: 62</strong>)</p>
<p>Akhirnya sampailah rombongan di kota Madinah. Ketika mulai memasuki   gerbang kota, manusia berduyun-duyun memberikan ucapan salam dan   menghibur beliau atas musibah yang beliau alami.</p>
<p><strong>Nasehat Emas</strong></p>
<p>Di antara nasihat emas beliau adalah sebagai berikut:</p>
<p>1.     Nasehat beliau kepada para pemuda: “Ada apa dengan kalian ini,   kenapa kalian tidak menuntut ilmu. Kalau sekarang ini kalian masih   kecil, niscaya nantinya kalian akan menjadi para pembesar di kaum   kalian. Dan tidak ada kebaikan pada seorang yang sudah tua sementara ia   adalah seorang yang bodoh. Sungguh aku telah melihat pada diriku  sendiri  selang 4 tahun sebelum meninggalnya ‘Aisyah yaitu aku berkata  pada  diriku sendiri: Kalau seandainya dia (’Aisyah) meninggal pada hari  ini  maka tidaklah aku menyesali dan bersedih terhadap hadits (ilmu)  yang ada  pada dirinya disebabkan aku telah mengambil semuanya. Dan  sungguh telah  sampai kepadaku adanya sebuah hadits dari salah seorang  shahabat maka  akupun berusaha untuk mendatanginya. Maka ternyata aku  dapati majelisnya  telah selesai, akupun pergi ke rumahnya dan duduk di  depan pintu  rumahnya kemudian aku bertanya kepadanya tentang hadits  tersebut.”</p>
<p>2.     Beliau juga pernah mengatakan: “Tidaklah pernah aku   menyampaikan sebuah ilmu kepada seseorang yang akal sehatnya belum bisa   untuk mencernanya, disebabkan yang demikian itu akan menyesatkannya.”</p>
<p><strong>Pujian Para Ulama kepada Beliau </strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Ibnu Syihab Az-Zuhri </strong>berkata: Aku bertanya kepada  Ibnu  Shu’air (’Abdullah bin Tsa’labah bin Shu’air Al-Mazini) tentang  suatu  permasalahan dalam bidang fiqih. Namun dia menyuruhku untuk  bertanya  kepada Sa’id bin Al-Musayyib. Maka akupun belajar kepada Sa’id  selama 7  tahun dan belum pernah aku menjumpai orang yang paling ‘alim  selain  dia. Kemudian aku belajar kepada ‘Urwah maka aku mendapatkan  pancaran  ilmu yang deras sekali darinya. Aku melihat bahwa beliau adalah  lautan  ilmu yang tidak akan habis terkuras airnya.</p>
<p><strong>Abdurrahman bin Humaid bin Abdirrahman</strong> berkata: Aku  masuk ke  dalam sebuah masjid bersama ayahku. Maka aku melihat manusia  sedang  berkumpul kepada seseorang. Ayahku berkata: Coba lihat siapa dia!  Maka  akupun mendekatinya ternyata dia adalah ‘Urwah bin Az-Zubair. Aku  pun  menceritakannya dengan perasaan kagum kepada ayahku. Ayahku kemudian   berkata: Wahai anakku, jangan engkau merasa heran. Sungguh aku telah   melihat para shahabat Rasulullah bertanya kepadanya.</p>
<p><strong>Ahmad bin ‘Abdillah Al-’Ijli</strong> berkata: ‘Urwah bin  Az-Zubair  adalah seorang tabi’in yang <em>tsiqah</em> (terpercaya),  seorang yang  shalih, dan tidak pernah fitnah menimpanya sedikitpun.</p>
<p><strong>Muhammad bin Sa’d</strong> berkata: ‘Urwah adalah seorang  yang  terpercaya, kuat dalam ilmu, amanah, banyak haditsnya, <em>faqih</em>,   dan alim.</p>
<p><strong>Hisyam bin ‘Urwah</strong> berkata: Ilmu itu adalah pada  salah satu  dari tiga keadaan: Yang pertama adalah seorang yang memiliki  keturunan  yang mulia maka dengan ilmu akan semakin memperindahnya, yang  kedua  adalah seorang yang ‘alim yang dengan ilmunya dia memimpin  agamanya,  dan yang ketiga adalah seorang yang akrab dengan penguasa yang   dengannya banyak mendapatkan kenikmatan, dan dengan ilmu yang   dimilikinya dia dapat melepaskan dari hal tersebut sehingga dia terlepas   dari kebinasaan. Dan aku tidak mendapati seorangpun yang terpenuhi   padanya tiga keadaan ini selain pada ‘Urwah bin Az-Zubair dan ‘Umar bin   ‘Abdil ‘Aziz.</p>
<p>Beliau juga berkata: Aku belum pernah mendengar seorangpun dari   kalangan ahlul bid’ah menyebutkan tentang ayahku (’Urwah) dengan   kejelekan.</p>
<p><strong>Al-Waqidi </strong>berkata: Beliau adalah seorang yang faqih,  alim,  hafizh, kokoh dalam ilmu, sebagai hujjah, dan alim dalam bidang   sejarah.</p>
<p><strong>Wafat Beliau</strong></p>
<p>Beliau wafat pada tahun 93 Hijriyah dalam usianya yang ke-70 tahun   dalam keadaan sedang berpuasa. Hisyam bin ‘Urwah mengatakan: Dahulu   ayahku berpuasa terus-menerus (banyak berpuasa) dan meninggal dalam   keadaan berpuasa.</p>
<p>Namanya harum dan senantiasa dikenang sepanjang masa sebagai seorang   insan yang sabar dan tabah di dalam menghadapi musibah yang sangat   berat. Semoga Allah <em>subhanahu wata’ala</em> merahmatinya.</p>
<p><em>Bersambung, insya Allah edisi berikutnya biografi Abu Bakr bin   ‘Abdirrahman.</em></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Rujukan:</strong></p>
<p>1.     Al-Bidayah Wan Nihayah</p>
<p>2.     Siyar A’lamin Nubala’</p>
<p>3.     Tadzkiratul Huffazh</p>
<p>4.     Tahdzibut Tahdzib</p>
<p>5.     Basya’ir Al-Farh bi Taqribi Fawa’idi Al-Imam Al-Wadi’i fi   ‘Ilmi Ar-Rijal Wal Mushthalah.</p>
<p>Dirangkum oleh Muhammad Rifqi dan Abu Abdillah.</p>
<hr size="1" /><a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=415#_ftnref1">[1]</a> Empat   shahabat muda -semuanya bernama ‘Abdullah- yang banyak meriwayatkan   hadits dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> sehingga   keilmuan mereka pun sangat menonjol di kalangan para shahabat. Ayah-ayah   mereka juga para shahabat yang memiliki kedudukan istimewa dalam  Islam.  Mereka itu adalah ‘Abdullah bin ‘Abbas bin ‘Abdil Muththalib,  ‘Abdullah  bin ‘Umar bin Al-Khaththab, ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash,  dan  ‘Abdullah bin Az-Zubair bin Al-’Awwam <em>radhiyallahu ‘anhum. </em>Tentang   mereka ini, seorang penyair mengatakan:</p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">أَبْنَاءُ  عَبَاسٍ وَعَمْرٍو وَعُمَرْ    وَابْنُ الزبَيْرِ هُمُ الْعَبَادِلَةُ  الْغُرَرْ</span></strong></p>
<p><em>Anak-anak ‘Abbas, ‘Amr, dan ‘Umar</em></p>
<p><em>Serta Ibnu Az-Zubair mereka itu adalah Al-’Abadilah yang   terdepan.</em></p>
<br />Filed under: <a href='http://w4hyu02.wordpress.com/category/biografi/'>Biografi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=38&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/05/13/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-2-%e2%80%98urwah-bin-az-zubair/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (1) (Tujuh Tokoh Ulama dari Madinah)</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/03/18/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-1-tujuh-tokoh-ulama-dari-madinah/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/03/18/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-1-tujuh-tokoh-ulama-dari-madinah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Mar 2010 07:13:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Biografi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=31</guid>
		<description><![CDATA[Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (1) (Tujuh Tokoh Ulama dari Madinah) Madinah An-Nabawiyyah, telah menyimpan banyak kenangan bersejarah yang tidak akan terlupakan dalam sendi kehidupan kaum muslimin. Di sanalah tonggak jihad fi sabilillah mulai dipancangkan di bawah naungan nubuwwah dalam rangka meninggikan kalimat Allah ‘azza wajalla di muka bumi dan memadamkan api kesombongan dan keangkaramurkaan kaum musyrikin. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=31&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>Mengenal Al-Fuqaha’ As-Sab’ah (1)</strong></span></h2>
<h2 style="text-align:center;"><span style="color:#ff6600;"><strong>(Tujuh Tokoh Ulama dari Madinah)</strong></span></h2>
<p>Madinah An-Nabawiyyah, telah menyimpan banyak kenangan bersejarah yang tidak akan terlupakan dalam sendi kehidupan kaum muslimin. Di sanalah tonggak jihad fi sabilillah mulai dipancangkan di bawah naungan nubuwwah dalam rangka meninggikan kalimat Allah <em>‘azza wajalla</em> di muka bumi dan memadamkan api kesombongan dan keangkaramurkaan kaum musyrikin.</p>
<p><span id="more-31"></span>Semakin tumbuh dan berkembang kota tersebut sebagai ibukota sebuah negara Islam yang baru lahir, di bawah pimpinan insan terbaik yang terlahir di muka bumi. Kota Madinah menjadi pusat penggemblengan pahlawan-pahlawan Islam yang akan meneruskan tongkat estafet jihad fi sabilillah dan para ulama yang akan menyebarkan dakwah Islam di seluruh penjuru negeri.</p>
<p>Seiring dengan pergantian waktu, namanya pun semakin bertambah harum semerbak laksana mawar yang sedang tumbuh merekah dengan warnanya yang indah dan menawan. Halaqah-halaqah ilmu tumbuh semarak dan berkembang dengan sangat pesatnya mewarnai kehidupan kaum muslimin. Dengan di bawah bimbingan para ulama shahabat yang telah mendapatkan warisan ilmu dari Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, lahirlah melalui tangan mereka, generasi terbaik kedua umat ini, yaitu generasi <strong>Tabi’in</strong>, yang berhasil mewarisi ilmu dari para shahabat sehingga mereka benar-benar menjadi tokoh terkemuka dalam ilmu dan amal.</p>
<p>Kota Madinah pun menjadi impian, dambaan, dan angan-angan para penuntut ilmu di seluruh penjuru negeri untuk bisa mereguk manisnya warisan nubuwwah. Satu di antara sekian buah usaha pendidikan dan bimbingan para sahabat, lahirlah di sana sejumlah ulama yang dikenal dengan sebutan <strong>Al-Fuqaha’ As-Sab’ah</strong> yang mumpuni dalam hal ilmu dan amal. Mereka itu adalah:</p>
<p><strong>1. Sa’id bin Al-Musayyib</strong></p>
<p><strong>2. ‘Urwah bin Az-Zubair bin Al-’Awwam</strong></p>
<p><strong>3. Sulaiman bin Yasar</strong></p>
<p><strong>4. Al-Qasim bin Muhammad bin Abi Bakr</strong></p>
<p><strong>5. Abu Bakr bin ‘Abdirrahman</strong></p>
<p><strong>6. Kharijah bin Zaid</strong></p>
<p><strong>7. ‘Ubaidullah bin Abdillah bin ‘Utbah bin Mas’ud</strong></p>
<p>Mereka adalah tujuh orang ulama kota Madinah yang keluasan ilmunya tidak saja diakui oleh penduduk negeri tersebut namun diakui pula oleh para ulama di seluruh penjuru negeri. Dikatakan oleh seorang penyair:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:medium;"><strong>إِذَا قِيْلَ مَنْ فِي الْعِلْمِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ </strong> <strong>رِوَايَتُهُمْ لَيْسَتْ عَنِ الْعِـلْمِ خَارِجَةْ</strong></span></p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:medium;"><strong>فَقُلْ هُمْ عُبَيْدُ اللهِ عُرْوَةٌ قَاسِـمٌ</strong> <strong>سَعِيْدٌ أَبُوْبَكْرٍ سُلَيْـمَانُ خَـارِجَةْ</strong></span></p>
<p><em>Jika dikatakan siapa (yang keluasan) ilmunya (seperti) tujuh lautan </em></p>
<p><em>Riwayat mereka tidak keluar dari ilmu</em></p>
<p><em>Katakanlah mereka itu adalah ‘Ubaidullah, Urwah, Qasim</em></p>
<p><em>Sa’id, Abu Bakr, Sulaiman, dan Kharijah</em></p>
<p>Dengan memohon pertolongan kepada Allah <em>ta’ala</em>, berikut ini akan kami sebutkan biografi singkat mereka satu persatu, Insya Allah kami akan menampilkannya secara bersambung, dimulai dengan Sa’id bin Al-Musayyib, penghulu para Tabi’in, dengan harapan agar kita semua bisa mengambil hikmah dan pelajaran dari ilmu dan amalan yang mereka miliki sehingga kita bisa meneladaninya dalam kehidupan kita di zaman sekarang.</p>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><strong>Sa’id bin Al Musayyib</strong></span></h3>
<h3 style="text-align:center;"><span style="color:#800080;"><strong>(Penghulu Para Tabi’in)</strong></span></h3>
<p><strong>Kunyah dan Nama Lengkap Beliau</strong></p>
<p>Beliau memiliki kunyah dan nama lengkap sebagai berikut:</p>
<p>Abu Muhammad Sa’id bin Al-Musayyib bin Hazn bin Abi Wahb bin ‘Amr bin A’idz bin ‘Imran bin Makhzum bin Yaqzhah Al-Qurasyi Al-Makhzumi Al-Madani.</p>
<p>Dialah seorang yang ‘alim dari kalangan penduduk Madinah, seorang tokoh tabi’in pada zamannya, seorang yang ahli dalam bidang fiqh pada masanya, satu dari tujuh tokoh ulama ahli fiqh yang terkenal dalam sejarah Islam dan bahkan termasuk dari pemimpin para ulama. Beliau menempati <em>thabaqah</em> kedua yang dikenal di kalangan ahlul hadits adalah <em>thabaqah</em>nya tokoh-tokoh besar tabi’in. Adapun para shahabat, mereka berada pada <em>thabaqah</em> pertama.</p>
<p>Dilahirkan di kota Madinah, dua tahun sejak ‘Umar bin Al-Khaththab mulai memegang tampuk kekhilafahan, beliau adalah seorang yang memiliki kepribadian yang bersahaja. Kepala dan jenggot beliau berwarna putih dan beliau sangat menyenangi pakaian yang berwarna putih. Salah seorang shahabat beliau pernah mengatakan: “Aku belum pernah melihat Sa’id memakai pakaian selain pakaian putih.”</p>
<p><strong>Keilmuan, Ibadah, dan Akhlak Beliau</strong></p>
<p>Beliau berjumpa dengan banyak sahabat dan meriwayatkan hadits dari mereka, di antaranya adalah ‘Umar bin Al-Khaththab, ‘Utsman bin ‘Affan, ‘Ali bin Abi Thalib, Zaid bin Tsabit, Abu Musa Al-’Asy’ari, Sa’d bin Abi Waqqash, ‘Aisyah binti Abi Bakr, Abu Hurairah, ‘Abdullah bin ‘Abbas, Muhammad bin Maslamah, Ummu Salamah, ‘Abdullah bin ‘Umar, Sa’d bin Ubadah, Abu Dzarr Al-Ghifari, Ubay bin Ka’b, Bilal bin Abi Rabah, Abu Darda’, Ummu Syuraik, Hakim bin Hizam, ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al-’Ash, Abu Sa’id Al-Khudri, Hassan bin Tsabit, Shuhaib Ar-Rumi, Shafwan bin ‘Umayyah, Mu’awiyah bin Abi Sufyan, dan yang lainnya.</p>
<p>Beliau adalah orang yang paling mengetahui hadits-hadits yang disampaikan Abu Hurairah dan beliaulah yang menikahi putrinya.</p>
<p>Dan di antara ulama yang meriwayatkan hadits dari beliau adalah Al-Imam Az-Zuhri, Qatadah, ‘Amr bin Dinar, Yahya bin Sa’id Al-Anshori, Syarik bin Abi Namir, ‘Abdurrahman bin Harmalah, ‘Atha Al-Khurasani, Maimun bin Mihran, dan yang lainnya.</p>
<p>Beliau adalah seorang yang memiliki kelebihan dan keutamaan dalam ilmu dan amal. Tentang kelebihan yang dimiliki oleh beliau dalam hal ilmu, sebagaimana digambarkan berikut:</p>
<p>Para ulama mengakui bahwasanya beliau memang seorang mufti (pemberi fatwa) di zamannya dalam keadaan para shahabat bahkan para pembesar shahabat masih hidup di tengah-tengah kaum muslimin pada zaman tersebut.<a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Fatwa-fatwa beliau dalam berbagai permasalahan selalu menjadi bahan rujukan kaum muslimin dan selalu dikedepankan dalam menyelesaikan berbagai problem umat. Dan di kalangan para fuqaha’ (ahli dalam masalah fiqih), beliau adalah seorang yang sangat pandai dalam bidang fiqih dan hasil pemikiran-pemikiran beliau selalu mendapat tempat yang mulia di hati kaum muslimin di samping beliau pun menguasai sunnah-sunnah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<p>Dahulu, ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz sewaktu masih menjabat sebagai gubernur di kota Madinah, tidaklah dia berani memutuskan suatu perkara kecuali setelah menanyakan terlebih dahulu perkara tersebut kepada Sa’id bin Al Musayyib.</p>
<p>Suatu ketika ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz mengalami suatu masalah yang sangat membutuhkan jawaban dan solusi yang cepat dan tepat. Maka beliau mengutus salah seorang utusan untuk menanyakan masalah tersebut kepada Sa’id bin Al-Musayyib. Alkisah sang utusan tersebut berhasil membawa beliau ke hadapan ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz. Melihat kedatangan Sa’id bin Al Musayyib, terkejutlah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz dan rona wajahnya pun berubah menunjukkan rasa malu kepada beliau. Maka berkatalah ‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz: <em>“Aku meminta maaf kepadamu wahai Sa’id atas kesalahpahaman utusanku. Sebenarnya aku mengutus dia adalah untuk menanyakan kepadamu tentang suatu masalah di majelismu dan bukan untuk menyuruh engkau untuk hadir di hadapanku.”</em></p>
<p>Dikisahkan pula bahwasanya beliau diberikan kelebihan oleh Allah <em>‘azza wajalla</em> berupa ilmu tentang tabir mimpi (menafsirkan mimpi seseorang) sebagaimana kemampuan yang telah Allah <em>ta’ala</em> berikan kepada Nabi Yusuf <em>‘alaihis salam</em>. Beliau mempelajari ilmu ini dari shahabiyah Asma’ bintu Abi Bakr Ash- Shiddiq, dan Asma’ mengambil ilmu tersebut dari ayahnya yaitu Abu Bakr Ash-Shiddiq. Tentang masalah ini, dikisahkan sebagai berikut:</p>
<p>Telah datang seorang laki-laki kepada beliau menceritakan tentang mimpinya:</p>
<p>“Dalam mimpiku seakan-akan aku melihat ‘Abdul Malik bin Marwan<a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftn2">[2]</a> kencing di arah kiblat masjid Nabawi sebanyak 4 kali.” Maka Sa’id berkata: “Kalau mimpimu memang benar seperti itu maka tafsirannya adalah sebagai berikut: sesungguhnya akan lahir dari <em>sulbi</em> ‘Abdul Malik bin Marwan 4 orang khalifah.”<a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib menceritakan bahwasanya beliau melihat dalam mimpinya seakan-akan di antara kedua matanya tertulis ayat:</p>
<p style="text-align:center;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">قل هو الله أحد</span></strong></p>
<p>maka dia dan keluarganya gembira dengan mimpi tersebut. Maka diceritakanlah mimpi tersebut kepada Sa’id bin Al-Musayyib. Beliau berkata menafsirkan mimpi tersebut: “Kalau memang benar mimpi yang engkau ceritakan, maka ajalmu tinggal sebentar lagi.” Dan Al Hasan bin Ali pun meninggal tidak lama setelah itu.</p>
<p>Seseorang menceritakan mimpinya kepada beliau: “Aku melihat dalam mimpiku seorang wanita cantik berada di atas puncak menara.” Kemudian beliau menafsirkannya bahwa Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi akan menikahi anak perempuan ‘Abdullah bin Ja’far.</p>
<p>Seseorang berkata kepada beliau: “Wahai Abu Muhammad, aku melihat dalam mimpiku seakan-akan aku berada di sebuah tempat yang teduh kemudian aku berdiri di bawah sinar matahari.” Beliau berkata: “Jika memang mimpimu tersebut benar, maka sungguh engkau akan keluar dari Islam.” Kemudian orang itu berkata lagi : “Wahai Abu Muhammad, sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku tersebut aku dipaksa keluar dari tempat yang teduh ke tempat terik matahari, maka aku duduk di bawahnya.” Beliau berkata: “Engkau akan dipaksa untuk keluar dari Islam.” Maka orang tersebut ditawan oleh musuh dalam suatu pertempuran dan dipaksa untuk murtad namun kemudian kembali kepada Islam.</p>
<p>Seseorang menceritakan kepada beliau bahwa dalam mimpinya dia melihat seakan-akan dia masuk ke dalam api. Kata beliau : “Engkau tidak akan mati sampai engkau bisa mengarungi lautan, dan engkau mati dalam keadaan terbunuh.” Maka orang tersebut pergi mengarungi lautan dan telah dekat masa kematian baginya.</p>
<p>Dia terbunuh pada peristiwa Qudaid<sup> </sup>yaitu sebuah tempat yang terletak antara Makkah dan Madinah. Di tempat itulah pada tahun 130 H pernah terjadi pertempuran hebat yang memakan banyak korban antara penduduk Madinah dengan pasukan Abu Hamzah Al-Khariji.</p>
<p>Beliau juga merupakan teladan di dalam semangatnya menuntut ilmu. Beliau pernah berkata: “Aku pernah melakukan perjalanan sehari semalam hanya untuk mendapatkan satu hadits saja.”</p>
<p>Dan tidak kalah pula, beliau adalah seorang yang sangat semangat dalam beribadah kepada Allah <em>‘azza wajalla</em>. Beliau pernah mengatakan: “Aku tidak pernah tertinggal shalat jama’ah sejak 40 tahun yang lalu.” Beliau juga berkata: “Tidaklah seorang muadzdzin mengumandangkan adzan sejak 30 tahun yang lalu kecuali aku telah berada di masjid.” Beliau juga sangat rajin dan istiqamah dalam melaksanakan ibadah puasa. Dan  selama hidupnya beliau telah melaksanakan ibadah haji sebanyak 40 kali.</p>
<p>Beliau adalah seorang ulama yang terkenal <em>wara’</em>. Tentang <em>wara’</em>nya beliau ini, pernah disebutkan dalam sebuah riwayat bahwasanya beliau mendapatkan tawaran gaji tunjangan dari Baitul Mal (kas negara) sebanyak 30 ribu lebih. Namun beliau menolak tawaran tersebut seraya berkata: “Aku tidak membutuhkan terhadap harta tersebut.”</p>
<p>Beliau pernah mengatakan: “Barangsiapa yang merasa cukup dengan Allah maka manusia akan butuh kepadanya.”</p>
<p>Beliau juga mendapati masa berkuasanya gubernur Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi di wilayah Irak. Dia adalah seorang penguasa yang kejam dan bengis pada masa itu. Ribuan kaum muslimin dan para ulama menjadi korban keberingasannya. Sangat sedikit sekali di antara kaum muslimin dan para ulama yang selamat dari tangannya. Dan di antara para ulama yang selamat dari keberingasannya adalah Sa’id bin Al-Musayyib. Sampai-sampai ada salah seorang yang bertanya kepada beliau: “Ada apa sebenarnya dengan Al-Hajjaj, kenapa dia tidak pernah memanggilmu untuk menghadap kepadanya, dan dia tidak pernah mengganggumu dan menyakitimu?” Beliau berkata: “Demi Allah aku tidak tahu, kecuali dulu aku pernah melihat dia (Al-Hajjaj) suatu hari masuk ke masjid bersama bapaknya, kemudian dia melaksanakan shalat tetapi dia tidak menyempurnakan ruku’ dan sujudnya dengan baik. Maka aku mengambil batu kerikil dan aku lemparkan ke arahnya sebagai isyarat agar dia menyempurnakan ruku’ dan sujudnya.” Maka sejak saat itu Al-Hajjaj pun memperbagus shalatnya. Jadi seakan-akan Al-Hajjaj berhutang budi kepada beliau atas nasehat dan tegurannya dalam memperbaiki cara shalatnya, oleh karena itulah beliau aman dari gangguannya.</p>
<p><strong>Pujian Para ‘Ulama kepada Beliau</strong></p>
<p>‘Abdullah bin ‘Umar <em>radhiyallau ‘anhu </em>berkata: “Sa’id bin Al-Musayyib -demi Allah- adalah termasuk dari para mufti (ahli fatwa).”</p>
<p>Qatadah, Mak-hul, Az-Zuhri, dan yang lainnya berkata: “Tidaklah aku melihat seorang yang lebih alim daripada Sa’id bin Al-Musayyib.”</p>
<p>‘Ali bin Al-Madini berkata: “Aku tidaklah mengetahui salah seorang dari kalangan tabi’in yang lebih luas ilmunya daripada Sa’id bin Al-Musayyib. Dan dia menurutku adalah seorang tabi’in yang paling mulia.”</p>
<p>Maimun bin Mihran berkata: “Aku datang ke kota Madinah, maka aku bertanya kepada penduduk Madinah siapa orang yang paling pandai di antara mereka. Maka mereka pun mengarahkanku kepada Sa’id bin Al-Musayyib.”</p>
<p>Inilah perkataan Maimun bin Mihran -seorang tabi’in- dalam keadaan di kota tersebut masih ada ‘Abdullah bin ‘Abbas dan Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhum</em>.<a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftn4">[4]</a></p>
<p>‘Umar bin ‘Abdil ‘Aziz berkata: “Tidaklah ada seorang alim pun di kota Madinah kecuali ia mendatangiku dengan ilmunya, adapun aku, maka aku mendatangi Sa’id bin Al-Musayyib karena sesuatu yang ada pada sisinya berupa ilmu.”</p>
<p><strong>Cobaan yang Menimpa Beliau</strong></p>
<p>Telah menjadi sunnatullah bahwasanya setiap manusia yang hidup di muka bumi pasti akan mengalami cobaan atau musibah. Allah <em>ta’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">الم  أحسب الناس أن يتركوا أن يقولوا آمنا وهم لا يفتنون</span></strong></p>
<p><em>“Alif Laam Miim, Apakah manusia mengira bahwasanya mereka akan dibiarkan untuk mengatakan bahwa kami telah beriman sementara mereka belum diuji.”</em> (<strong>Al-’Ankabut: 1-2</strong>).</p>
<p>Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:large;">إن من أشد الناس بلاء الأنبياء ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم ثم الذين يلونهم</span></strong></p>
<p><em>“Orang yang paling keras cobaannya adalah dari kalangan para nabi kemudian orang yang berikutnya (semisalnya), kemudian orang yang berikutnya (semisalnya), dan kemudian orang yang berikutnya (semisalnya).”</em></p>
<p>Diceritakan bahwa pada masa kekhilafahan dipegang oleh shahabat ‘Abdullah bin Az-Zubair <em>radhiyallahu ‘anhuma</em>, beliau mewakilkan kota Madinah kepada Jabir bin Al-Aswad Az-Zuhri. Dia (Jabir) menyeru manusia untuk berbaiat kepada ‘Abdullah bin Az-Zubair. Maka berkatalah Sa’id: “Aku tidak mau berbaiat sampai manusia semuanya sepakat untuk membaiatnya.” Maka beliau pun dicambuk sebanyak 60 cambukan. Sampailah kabar tersebut kepada ‘Abdullah bin Az-Zubair dan beliau pun menulis surat celaan kepada Jabir dan memerintahkan untuk membiarkan Sa’id bin Al-Musayyib.</p>
<p>Kemudian pula di masa berkuasanya khalifah Al-Walid bin ‘Abdil Malik dan Sulaiman bin ‘Abdil Malik. Beliau diminta untuk berbaiat kepada keduanya namun beliau tidak segera menyambutnya dan menunggu situasi kondusif terlebih dahulu. Maka beliau dicambuk sebanyak 60 cambukan dan diarak di hadapan masyarakat dalam keadaan hanya memakai celana kemudian setelah itu dijebloskan ke dalam penjara.</p>
<p>Kemudian pula beliau pernah disiksa oleh ‘Abdul Malik bin Marwan berupa cambukan sebanyak 50 kali kemudian dijemur di panas matahari dalam keadaan hanya memakai celana.</p>
<p>Dan bentuk cobaan lain yang menimpa beliau adalah pemerintah yang berkuasa pada saat itu melarang kaum muslimin untuk duduk bermajelis dengan beliau.</p>
<p>Namun beliau menghadapi semua itu dengan penuh kesabaran dan selalu mengharap datangnya pertolongan dari Allah <em>subhanahu wata’ala</em>.</p>
<p><strong>Wafat Beliau</strong></p>
<p>Beliau wafat pada tahun 94 Hijriyah karena sakit keras yang menimpanya. Dan tahun tersebut dikenal sebagai tahun Fuqaha’, karena banyaknya para fuqaha’ yang meninggal pada tahun tersebut. Semoga Allah <em>subhanahu wata’ala</em> memberikan ampunan dan rahmat-Nya kepada beliau.</p>
<p><em>Bersambung, Insya Allah edisi berikutnya biografi ‘Urwah bin Az-Zubair. </em></p>
<p><strong>Daftar rujukan:</strong></p>
<ol>
<li>Siyar A’lamin Nubala’</li>
<li>Al-Bidayah Wan Nihayah</li>
<li>Tadzkiratul Huffazh</li>
<li>Tahdzibut Tahdzib</li>
<li>Taqribut Tahdzib</li>
</ol>
<p><em>dirangkum oleh Muhammad Rifqi dan Abu Abdillah Kediri<strong> </strong></em></p>
<hr size="1" /><a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftnref1">[1]</a> Namun hal ini bukan menunjukkan bahwa beliau lebih utama daripada para shahabat yang masih hidup ketika itu. Bahkan para shahabat <em>radhiyallahu ‘anhum</em> adalah orang-orang terbaik dan paling utama sepeninggal Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>. Tidak ada seorang pun yang datang setelah mereka -sampai hari kiamat nanti- yang lebih utama dan lebih baik daripada para shahabat <em>radhiyallahu ‘anhum ajma’in</em>.</p>
<p><a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftnref2">[2]</a> Salah seorang khalifah dari Bani Umayyah yang berkuasa antara tahun 64 H sampai 86 H.</p>
<p><a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftnref3">[3]</a> Memang benar keempat anak Abdul Malik kemudian menjadi khalifah, yaitu Al-Walid, Sulaiman, Yazid, dan Hisyam.</p>
<p><a href="http://www.assalafy.org/mahad/wp-includes/js/tinymce/plugins/paste/blank.htm#_ftnref4">[4]</a> Sekali lagi ini bukan menunjukkan bahwa beliau lebih mulia dan lebih baik daripada ‘Abdullah bin ‘Abbas  dan Abu Hurairah. Pernyataan ini disebutkan sebatas untuk menggambarkan bagaimana luasnya ilmu beliau tentang agama ini. Ahlussunnah tetap berada di atas aqidah bahwa para shahabat <em>radhiyallahu ‘anhum</em> adalah orang-orang yang paling baik dan paling utama sepeninggal Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>.</p>
<br />Filed under: <a href='http://w4hyu02.wordpress.com/category/biografi/'>Biografi</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/31/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/31/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/31/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=31&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/03/18/mengenal-al-fuqaha%e2%80%99-as-sab%e2%80%99ah-1-tujuh-tokoh-ulama-dari-madinah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Aturlah Waktu Tidur Anda Agar Sehat dan Bernilai Ibadah!</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/02/21/aturlah-waktu-tidur-anda-agar-sehat-dan-bernilai-ibadah/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/02/21/aturlah-waktu-tidur-anda-agar-sehat-dan-bernilai-ibadah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 21 Feb 2010 15:27:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Adab/Akhlak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[Aturlah Waktu Tidur Anda Agar Sehat dan Bernilai Ibadah! Tidur adalah kenikmatan dari Allah Azza Wajalla, seorang manusia akan merasakan ketenangan dan istirahat yang baik tatkala diberi kesepatan untuk tidur. Sebaliknya, seseorang yang mengalami kesulitan tidur (insomnia) akan merasa tidak nyaman, gelisah, dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit yang lain. Namun sebaliknya, berlebihan tidur juga dapat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=23&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3 style="text-align:left;"><span style="color:#333399;"><strong>Aturlah Waktu Tidur Anda Agar Sehat dan Bernilai Ibadah!</strong></span></h3>
<p>Tidur adalah kenikmatan dari Allah Azza Wajalla, seorang manusia akan merasakan ketenangan dan istirahat yang baik tatkala diberi kesepatan untuk tidur. Sebaliknya, seseorang yang mengalami kesulitan tidur (insomnia) akan merasa tidak nyaman, gelisah, dan dapat menyebabkan timbulnya penyakit-penyakit yang lain. Namun sebaliknya, berlebihan tidur juga dapat memudaratkan bagi dirinya.</p>
<p><span id="more-23"></span>Orang arab berkata:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>كل ما زاد عن حده انقلب إلى ضده</strong></p>
<p><em>Segala sesuatu yang melebihi batasnya, akan berubah menjadi lawannya</em></p>
<p>Oleh karena itu, penting bagi kita mengetahui kadar tidur yang menjadi rutinitas kita, dan juga waktu-waktu yang tepat untuk melakukannya. Apa yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah adalah resep yang sangat tepat bagi anda yang ingin mengatur waktu tidurnya. Beliau mengatakan:</p>
<p>&#8220;perusak kelima :</p>
<p><strong>Banyak tidur</strong></p>
<p>Sesungguhnya hal itu mematikan hati dan memberatkan badan, menyia-nyiakan waktu, serta mewariskan keseringan lalai dan kemalasan. Diantaranya ada yang sangat dibenci, diantaranya pula ada yang memudaratkan dan tidak memberi manfaat bagi tubuh. Tidur yang paling bermanfaat adalah : ketika tidur itu sangat dibutuhkan, dan tidur diawal malam lebih baik dan lebih bermanfaat daripada akhirnya. Tidur dipertengahan hari lebih baik dari dua ujungnya (awal dan akhir siang) yang sedikit manfaatnya dan banyak kemudaratannya, apalagi tidur diwaktu ashar, demikian pula tidur diawal siang, kecuali bagi orang yang begadang dimalam hari.</p>
<p><strong>Termasuk diantara hal yang dibenci:</strong> tidur antara shalat subuh dan terbitnya matahari , sebab itu waktu ghanimah (meraih kemenangan/manfaat yang besar) dan beramal diwaktu tersebut –menurut yang telah berpengalaman- memiliki keistimewaan yang besar, bahkan meskipun mereka berjalan sepanjang malam, tidak diperkenankan untuk beristirahat dari perjalanannya diwaktu itu hingga terbitnya matahari, sebab itu merupakan awal siang dan pembukanya, dan waktu turunnya rezki untuk mendapatkan bagian, meraih berkah, dan waktu itu adalah permulaan tumbuhnya siang, dan semua keadaan akan ditentukan dengan kondisi (pagi hari) tersebut, maka sepantasnya tidur yang dilakukannya seperti tidurnya orang yang terpaksa.</p>
<p>Maka kesimpulannya, adalah tidur yang paling baik dan bermanfaat adalah tidur dipertengahan malam pertama dan seperenam malam terakhir, yaitu sekitar 8 jam, dan ini merupakan tidur yang paling baik menurut para dokter. Apabila bertambah atau berkurang maka akan memberi pengaruh penyimpangan dalam kebiasaannya sesuai kadar porsi yang dilakukannya.</p>
<p>Termasuk diantara tidur yang tidak bermanfaat pula: adalah tidur diawal malam setelah terbenamnya matahari hingga berlalunya awal waktu isya. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membenci tidur diwaktu tersebut, yang menunjukkan bahwa hal ini dibenci baik secara syariat demikian juga tabiat.</p>
<p>Banyak tidur juga dapat mewariskan berbagai macam penyakit, dan meninggalkan tidur dan melawannya juga dapat menimbulkan berbagai penyakit berbahaya lainnya, menyebabkan buruknya proses metabolisme tubuh dan menyebabkan keringnya, kelainan jiwa, dan mengeringnya bagian-bagian tertentu yang lembab yang berpengaruh kepada pemahaman dan kinerjanya. Demikian pula dapat menyebabkan berbagai macam penyakit yang membinasakanyang seseorang tidak mengambil manfaat untuk hati dan jasmaninya.Tidaklah akan tegak sesuatu tanpa keseimbangan, barangsiapa yang berpegang dengan ini, maka sungguh dia telah mengambil kebaikan yang banyak untuknya. Wallahul musta&#8217;an.&#8221;</p>
<p>(Madarijus salikin:1/459).</p>
<p>Semoga ucapan beliau bermanfaat bagi kita semua.</p>
<p><em>Ditulis oleh Al-Ustadz Abu Karimah Askari bin Jamal</em></p>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=89:aturlah-waktu-tidur-anda-agar-sehat-dan-bernilai-ibadah&amp;catid=31:adab-a-akhlak&amp;Itemid=29">http://www.salafybpp.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=89:aturlah-waktu-tidur-anda-agar-sehat-dan-bernilai-ibadah&amp;catid=31:adab-a-akhlak&amp;Itemid=29</a></p>
<br />Filed under: <a href='http://w4hyu02.wordpress.com/category/adabakhlak/'>Adab/Akhlak</a>  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=23&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/02/21/aturlah-waktu-tidur-anda-agar-sehat-dan-bernilai-ibadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fenomena Dukun Uang</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/01/25/fenomena-dukun-uang/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/01/25/fenomena-dukun-uang/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Jan 2010 03:26:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Fenomena Dukun Uang Deraan krisis ekonomi berkepanjangan yang berujung pada tingginya angka pengangguran dan lesunya sektor riil, membuat sebagian orang dengan mudahnya tergiur cara-cara instan untuk mendapatkan uang. Tak heran jika hampir tiap hari kita disuguhi berita banyaknya masyarakat yang tertipu dengan praktik-praktik bisnis berkedok pegadaian, ‘perjudian’ bernama Asuransi, hingga yang berbau ‘primitif’ sekalipun, yakni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=9&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2 style="text-align:left;"><span style="color:#800080;"><strong>Fenomena Dukun Uang</strong></span></h2>
<p>Deraan krisis ekonomi berkepanjangan yang berujung pada tingginya angka pengangguran dan lesunya sektor riil, membuat sebagian orang dengan mudahnya tergiur cara-cara <em>instan</em> untuk mendapatkan uang. Tak heran jika hampir tiap hari kita disuguhi berita banyaknya masyarakat yang tertipu dengan praktik-praktik bisnis berkedok pegadaian, ‘perjudian’ bernama Asuransi, hingga yang berbau ‘primitif’ sekalipun, yakni penggandaan uang melalui dukun.</p>
<p><span id="more-9"></span>Tak jarang praktik-praktik tersebut dibungkus dengan istilah-istilah modern, seperti spiritualis, supranaturalis, ahli metafisika, dan nama-nama lainnya. Ditambah lagi si dukun <em>kerap</em> membantah keras jika metodenya tersebut dianggap klenik yang sarat dengan kesyirikan. Untuk menipu masyarakat, umumnya mereka mengaku menggunakan jin putih bukan jin hitam, jalan kanan bukan jalan kiri, anti syirik, dan berbagai alasan lainnya.</p>
<p>Bahkan tak jarang, dengan sekuat tenaga mereka mencari-cari dalil untuk membenarkan praktik busuk mereka. Padahal dengan jelas Allah <em>subhanahu wata’ala</em> menyebutkan dalam Al-Qur’an:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آَمَنُوا سَبِيلًا.</span></p>
<p><em>“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian dari Al-Kitab. Mereka percaya kepada Al-Jibt dan Ath-Thaghut, serta mengatakan kepada orang kafir di Makkah bahwa mereka itu lebih benar jalannya dari orang-orang beriman.” </em><strong>(An-Nisa: 51)</strong><em></em></p>
<p>Al-Imam Ibnu Jarir Ath-Thabari dalam tafsirnya (2/7726) menyatakan berkenaan dengan ayat ini:</p>
<p>“Bahwa yang dinamakan <em>Al-Jibt</em> dalam bahasa Habasyah adalah <strong>tukang sihir</strong>, sedangkan yang dimaksud dengan <em>Ath-Thaghut</em> adalah <strong>para</strong> <strong>dukun</strong>.”</p>
<p>Saudara, <strong>hakekat perbuatan dukun adalah meminta bantuan setan untuk mengetahui hal-hal yang terkait dengan perkara gaib, seperti meramal nasib seseorang, mengetahui tempat barang-barang yang raib, atau mengaku mengetahui peristiwa yang akan terjadi</strong>. Yang tentu saja, perkara yang akan datang tersebut sebenarnya tidak ada yang mengetahuinya kecuali hanya Allah <em>‘azza wajalla</em> saja. Hanya saja sang dukun meminta bantuan para setan yang menyadap berita langit dari pernyataan-pernyataan malaikat. Lantas oleh setan perkataan tersebut disampaikan ke telinga dukun. Kemudian sang dukun menambahi kalimat tersebut dengan seratus kedustaan. (Lihat <strong><em>‘Aqidatut Tauhid</em></strong> hal. 126 karya <strong>Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan</strong>)</p>
<p>Dari sini, nampak sekali persahabatan antara setan dan dukun terjalin dengan mesra. Praktik dukun yang menggunakan cara-cara magis tak lepas dari bantuan setan. Dalam Al-Qur’an, Allah <em>subhanahu wata’ala</em> mengabarkan:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">هَلْ أُنَبِّئُكُمْ عَلَى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيَاطِينُ (221) تَنَزَّلُ عَلَى كُلِّ أَفَّاكٍ أَثِيمٍ (222) يُلْقُونَ السَّمْعَ وَأَكْثَرُهُمْ كَاذِبُونَ.</span></p>
<p><em>“Apakah akan Aku beritakan kepadamu kepada siapa setan-setan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap pendusta lagi yang banyak dosa.  Mereka menghadapkan pendengarannya (kepada setan) itu, dan kebanyakan mereka adalah para pendusta.”</em> (<strong>Asy-Syu’ara’: 221-223</strong>)</p>
<p>Dalam ayat-Nya yang lain, Allah <em>subhanahu wata’ala</em> mengabarkan:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا.</span></p>
<p><em>“Dan sesungguhnya ada beberapa orang laki-laki di antara manusia meminta perlindungan kepada beberapa laki-laki di antara jin.  Maka jin-jin itu menambah bagi mereka dosa dan kesalahan.”</em> (<strong>Al-Jinn: 6</strong>)</p>
<p>‘Aisyah <em>radhiyallahu ‘anha</em> menceritakan bahwa Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> pernah ditanya tentang dukun, beliau menjawab:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">لَيْسُوا بِشَيْءٍ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ فَإِنَّهُمْ يُحَدِّثُونَ أَحْيَانًا الشَّيْءَ يَكُونُ حَقًّا قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تِلْكَ الْكَلِمَةُ مِنْ الْجِنِّ يَخْطَفُهَا الْجِنِّيُّ فَيَقُرُّهَا فِي أُذُنِ وَلِيِّهِ قَرَّ الدَّجَاجَةِ فَيَخْلِطُونَ فِيهَا أَكْثَرَ مِنْ مِائَةِ كَذْبَةٍ</span></p>
<p><em> “Sungguh mereka itu tidak ada apa-apanya. Lantas orang-orang berkata: Wahai Rasulullah, terkadang para dukun itu mengatakan sesuatu yang benar? Maka Nabi menjawab; perkataan itu dari yang benar, lantas setan menyambarnya, lalu disampaikan kepada telinga pengikutnya seperti suara ayam betina. Tercampurlah di dalamnya dengan seratus lebih kedustaan.”</em> (<strong>HR. Al-Bukhari</strong> no. 7561, <strong>Muslim</strong> no. 4135)</p>
<p>Saudara pembaca, itulah sebenarnya hakekat dukun. Mereka sejatinya adalah tukang bual, yang pada akhirnya keahliannya dalam berdusta tersebut digunakan sebagai bisnis yang dapat menghasilkan uang.</p>
<p>Tentu dalam prakteknya mereka tidak hanya pandai komat-kamit membaca mantra, namun mereka pun lihai membungkus ajian-ajian syiriknya tersebut dengan bahasa yang berbau kearab-araban. Tak lain, semua itu digunakan untuk menutupi kedustaannya tersebut dengan label agama.</p>
<p>Konyolnya, di zaman yang (katanya) kian maju ini, banyak orang yang justru kian mudah dibodohi.  Laris manisnya praktik perdukunan adalah contoh nyata yang terpapar di depan kita. Karir sukses, lancar usaha, kaya mendadak hingga ritual buang sial adalah segelintir jualan dukun yang mampu membenamkan akal sehat sebagian masyarakat.</p>
<p>Kini praktik tersebut ternyata mulai diperankan oleh para dukun ‘putih’ yang dibalut dengan nama-nama yang terkesan kekinian, seperti <em>orang pinter</em>, paranormal, supranatural. Atau yang berbau agamis, seperti kiyai, ustadz, habib, atau yang lainnya. Namun intinya sama-sama dukun <em>bual</em> yang berusaha menyedot <em>kocek</em> orang lain.</p>
<p>Padahal kasus penipuan berupa penggandaan uang yang melibatkan para dukun, bukan berita baru dan rahasia di masyarakat. Tapi hal itu senyatanya tak membuat masyarakat jera. Dukun berikut produk-produknya masih kian laris diserbu masyarakat hingga kini. Padahal ini adalah masalah besar yang Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> ancam dalam sabdanya:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً</span></p>
<p><em>“Barangsiapa yang mendatangi dukun, maka tidak akan diterima shalatnya selama empat puluh hari”.</em> (<strong>HR. Muslim</strong> No. 2230, <strong>Ahmad </strong>no. 16041 dari beberapa istri Rasulullah. Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam <em>Ash-Shahihah</em> no. 2918)</p>
<p>Hukum ini sebagai akibat dari hanya mendatangi dukun saja, walaupun ia tidak mempercayai dukun tersebut. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> mengharamkan walaupun hanya sekadar mendatanginya saja. Oleh karena itu, ketika shahabat Mu’awiyah bin Al-Hakam <em>radhiyallahu ‘anhu</em> datang kepada Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> menanyakan perihal dukun, beliau menjawab:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">فَلا تَأْتُوا الْكُهَّانَ</span></p>
<p><em>“Jangan sekali-kali kalian mendatangi para dukun.”</em> (<strong>HR. Muslim</strong> no. 4133)</p>
<p>Adapun kalau mempercayainya, maka ancamannya jelas lebih keras lagi. Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> mengancam dalam sabdanya:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ</span></p>
<p><em>“Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu ia mempercayai yang dikatakannya, maka ia telah kafir dengan apa yang diturunkan kepada Muhammad”.</em> (<strong>HR. Ahmad</strong> No. 9541, dari Abu Hurairah.  Dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al-Albani dalam <em>Ash-Shahihah</em> no. 2650)</p>
<p>Bertolak dari dalil-dalil di atas, setidaknya ada dua bahaya besar yang mengancam orang-orang yang mendatangi dan menanyakan sesuatu kepada para dukun:</p>
<p><strong>Pertama;  haram</strong>, shalatnya tidak mendapat pahala selama 40 hari. Ini sebagai akibat hanya mendatanginya saja guna menanyakan sesuatu.</p>
<p><strong>Kedua; </strong> <strong>kekafiran</strong>, jika membenarkan dan meyakini apa yang dikatakan dukun tersebut.</p>
<p>Namun, jika datangnya ke dukun dalam rangka hendak menampakkan kelemahan dan kedustaan dukun, atau menguji dukun tersebut, tidak dalam rangka mengambil perkataannya, maka hal ini diperbolehkan.</p>
<p>(<strong>Al-Qaulul Mufid ‘Ala Kitabit Tauhid</strong>, I/533-534)</p>
<p>Parahnya, tak sedikit orang terbuai dengan <em>giuran maut</em> mereka yang kini mulai mampu merasuk ke jajaran saudagar muda, setelah diiming-iming bisa menggandakan uang dengan berlipat-lipat.</p>
<p>Justru kenyataan berbalik, akhirnya sang <em>mbah</em> berbalik menjadi saudagar setelah berhasil mengeruk kantong korbannya. Sedangkan si saudagar tadi hanya bisa gigit jari, sadar bahwa dirinya telah tertipu setelah uangnya ludes digondol sang dukun.</p>
<p>Si dukun sendiri tak perlu mengeluarkan modal besar untuk merintis usahanya ini, hanya butuh beberapa rupiah untuk membeli kemenyan dan bunga tujuh rupa, ia mampu <em>mengkibuli</em> banyak pasien yang datang kepadanya.</p>
<p>Makna yang bisa ditangkap di sini, selain mimpi-mimpi kesuksesan yang memang menjadi penyakit membelit di sebagian masyarakat kita, juga dikarenakan syari’at tidak lagi menjadi pertimbangan utama. Yang penting tanam duit dulu, pinjam sana pinjam sini, maka sekian laba per bulan telah membayang di depan mata. Atau bagi yang berdukun, tinggal tunggu malam Jum’at Kliwon, maka uang konon bakal berlipat dengan sendirinya.</p>
<p>Pembaca, itulah potret kehidupan manusia yang memang ‘tak pernah kehilangan akal’ untuk menyeberangi batasan-batasan syari’at. Demi urusan perut, seseorang terkadang rela menjual keislamannya kepada dukun dengan kesyirikan. Padahal Allah <em>subhanahu wata’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><span style="font-family:Traditional Arabic;font-size:small;">إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدِ افْتَرَى إِثْمًا عَظِيمًا.</span></p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa kesyirikan, dan Dia akan mengampuni dosa-dosa selainnya.”</em> (<strong>An-Nisa’: 48</strong>)</p>
<p>Semoga kita semua terjaga dari perbuatan syirik yang dapat menyesatkan dan menjerumuskan umat ke jurang kebinasaan di dunia dan akhirat. <em>Amin Ya Mujibas Sa’ilin…</em><em></em></p>
<p><em><strong>Ditulis oleh Al-Ustadz Abdul Wahid At-Tamimi</strong></em></p>
<p>Sumber<strong>: </strong>http://www.assalafy.org/mahad/?p=424</p>
<br />Posted in Aqidah  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/9/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/9/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/9/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=9&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2010/01/25/fenomena-dukun-uang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Al-Ustadz Luqman Ba&#8217;abduh</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2009/12/29/wahai-ahlus-sunnah-jagalah-ukhuwwah-di-antara-kalian/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2009/12/29/wahai-ahlus-sunnah-jagalah-ukhuwwah-di-antara-kalian/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Dec 2009 03:01:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://w4hyu02.wordpress.com/?p=3</guid>
		<description><![CDATA[Wahai Ahlus Sunnah, Jagalah Ukhuwwah di Antara Kalian! (Nasehat Al-Ustadz Luqman Ba’abduh yang disampaikan dalam acara LKIBA Ma’had As-Salafy Jember pada hari Ahad tanggal 13 Desember 2009) بسم الله الرحمن الرحيم الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=3&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h3><strong><span style="color:#ff00ff;">Wahai Ahlus Sunnah, Jagalah Ukhuwwah di Antara Kalian!</span></strong></h3>
<p>(Nasehat Al-Ustadz Luqman Ba’abduh yang disampaikan dalam acara LKIBA Ma’had  As-Salafy Jember pada hari Ahad tanggal 13 Desember 2009)</p>
<p><span id="more-3"></span></p>
<p style="text-align:center;"><strong>بسم الله الرحمن الرحيم</strong></p>
<p style="text-align:right;">الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وأصحابه ومن والاه وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أن محمدا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وصحبه وسلم.</p>
<p>Di antara nikmat Allah <em>subhanahu wata’ala</em> yang besar nilainya namun sering dilupakan oleh hamba-hamba-Nya, -dan kita termasuk di dalamnya, yang lalai dan lupa tentang mahalnya nikmat tersebut- adalah nikmat Al-Ukhuwwah Al-Islamiyyah. Al-Ukhuwwah atau persaudaraan di atas prinsip Islam, di atas prinsip Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em>. Pada majelis ini, saya ingin berbicara dan mengingatkan diri saya sendiri yang pertama dan kemudian semua yang mendengarkan nasehat ini tentang besar dan pentingnya nikmat tersebut. Beberapa hal dan peristiwa yang terjadi pada waktu-waktu terakhir ini mendorong saya untuk berbicara, menyebutkan, dan mengingatkan nikmat yang besar ini.</p>
<p>Di antara peristiwa yang muncul pada hari-hari ini -yang kemudian tadi saya katakan mengingatkan saya pertama kemudian Insya Allah semua yang mendengarkan nasehat ini untuk mengenal lebih jauh dan mengingat lebih banyak nikmat Al-Ukhuwwah Al-Islamiyyah ini- adalah <strong>munculnya berbagai kegiatan, berbagai karya yang ditulis dan disebarkan oleh ahlul bathil dengan beragam bentuknya. Di mana mereka -siang dan malam- secara terus-meners rajin untuk menebarkan kemungkaran dan kebathilan di tengah umat ini. Mereka bersatu-padu, berupaya untuk memadamkan cahaya tauhid, memadamkan cahaya Sunnah Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em></strong>.</p>
<p>Sebenarnya pembahasan ini pernah kita singgung beberapa bulan yang lalu, namun karena memang kita ini mudah lupa, maka harus ada upaya untuk selalu diingatkan. Karena memang di sekitar kita dari berbagai syubuhat dan syahwat cenderung menyeret kita untuk lalai terhadap apa yang telah kita ketahui. Maka kita harus terus gencar untuk mengingatkan dan saling mengingatkan. Tidak cukup waktu untuk menyebutkan satu persatu berbagai kebathilan, kemungkaran, syubuhat yang terus ditebarkan melalui berbagai media yang membuat dada kita ini sesak dan kita merasa tenaga kita terkuras. Atau untuk meringankan beban dan membangkitkan semangat kembali untuk terus istiqamah di atas Al-Qur’an dan sunnah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, istiqamah dan sabar dalam membela tauhid dan sunnah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam.</em></p>
<p>Sering kita katakan bahwa duduknya kita di majelis seperti ini bukan karena adanya sebuah kepentingan duniawi atau kepentingan bersama terkait dengan urusan dunia, tidak ada kartu anggota organisasi yang menyatukan kita, tetapi tidak lain <strong>yang menyatukan kita adalah Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya, yang menyatukan kita adalah kepentingan kita terhadap tauhid dan kepentingan kita untuk tetap beribadah, beramal, dan beraqidah di atas</strong><strong> Sunnah</strong><strong> </strong><strong>Rasul <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em></strong><strong>. </strong></p>
<p>Nikmat Al-Ukhuwwah ini Allah sebutkan di dalam ayat-Nya, -di mana pada ayat ini Allah memerintahkan kita untuk terus mengingatnya dan tentu tidak sebatas mengingat dengan disebutkan melalui lisan kita, tetapi mengandung perintah untuk kita pandai-pandai menjaga dan memeliharanya-. Allah <em>subhanahu wata’ala</em> menyatakan:</p>
<p style="text-align:right;">وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَةَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آَيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ.</p>
<p><em>“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah<a href="#_ftn1"><strong>[1]</strong></a>, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah tersebut sebagai orang-orang yang bersaudara, dan kamu telah berada di tepi jurang an-nar, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.” </em>(<strong>Ali Imran: 103</strong>)</p>
<p><strong> </strong></p>
<p>Dengan ayat ini, kita mungkin teringat bahwa dahulu salah seorang di antara kita ada yang beraqidah dengan aqidah tasawwuf atau terikat dengan berbagai bentuk tarekat Shufi, atau ada di antara kita dahulu yang berpemikiran Khawarij, mengkafirkan saudaranya muslim, atau di antara kita dahulu penuh dengan khurafat, menggantungkan jimat-jimat, datang ke dukun-dukun, mungkin di antara kita dahulu ada yang beraqidah dengan aqidah Mu&#8217;tazilah, di antara kita ada yang sibuk dengan urusan dunianya sehingga penuh dengan kemaksiatan. Semua itu pada hakekatnya menunjukkan bahwa kita bermusuhan, tidak bermusuhan secara fisik sebagaimana yang terjadi pada kaum Aus dan Khazraj.</p>
<p>Allah menyatukan hati-hati kalian, kemudian dengan nikmat dan karunia dari Allah, kalian menjadi saudara. <strong>Saudara karena sama-sama ingin bertauhid dengan benar, ingin menyelamatkan diri dari kesyirikan, ingin berpegang teguh kepada Sunnah Rasulullah </strong><strong><em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em></strong><strong> dalam seluruh urusan agamanya</strong>. Dahulu kalian sebenarnya sudah berada di tepi jurang neraka, kemudian Allah selamatkan kalian. Inilah yang Allah <em>subhanahu wata’ala</em> ingatkan kepada kita semuanya wahai Ahlussunnah. Perintah Allah kepada kita untuk mengingat nikmat Al-Ukhuwwah ini mengandung perintah untuk kita menjaganya karena mengingat nikmat itu merupakan bagian atau salah satu unsur dari bentuk syukur nikmat, dan menjaga nikmat itu adalah termasuk bentuk syukur.</p>
<p>Kita masih ingat nasehat Al-Imam Al-Hasan bin Abil Hasan Al-Bashri <em>rahimahullah</em> -salah seorang ulama kibar dari kalangan tabi’in-, beliau mengatakan :</p>
<p style="text-align:right;"><strong> </strong>يَا أَهْلَ السُّنةِ تَرَفَّقُوْا رَحِمَكُمُ الله فَإِنَّكُم أَقَلُّ النَّاسِ.</p>
<p><em>“Wahai sekalian Ahlussunnah, bersikap baik dan lembutlah di antara kalian, mudah-mudahan Allah memberikan rahmat-Nya kepada kalian, karena kalian adalah golongan umat manusia yang paling sedikit.”</em></p>
<p>(Diriwayatkan oleh Al-Imam Al-Lalika`i dalam <strong>Syarhu Ushuli I’tiqadi Ahlis Sunnah</strong>).</p>
<p>Beliau mengucapkan ucapan ini dahulu pada masa tabi’in, -masa yang masih dekat dengan masa kenabian- sudah merasakan adanya <em>Al-Ghurbah</em> (keterasingan) dan sedikitnya Ahlussunnah, padahal dahulu Ahlus Sunnah mengalami puncak kejayaannya, aqidah Ahlussunnah tersebar di tengah umat, tetapi seorang imam yang mulia ini merasakan sesuatu yang tidak kita rasakan pada kondisi kita hidup sekarang ini, padahal kondisi kita hidup sekarang ini jauh lebih terpuruk, kondisi tauhid dan sunnah ini semakin asing di tengah umat. <strong>Ahlussunnah semakin asing dan sedikit dibanding kemungkaran dan kebatilan yang tersebar</strong>. Kira-kira apa yang dirasakan oleh Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri ketika melihat kondisi umat sekarang?</p>
<p>Al-Imam Sufyan bin Sa&#8217;id Ats-Tsauri <em>rahimahullah</em> -seorang imam besar dari kalangan Tabi’ut Tabi’in- mengatakan dalam wasiatnya kepada salah seorang muhaddits yang akan melakukan perjalanan jauh (<em>rihlah</em>) dalam rangka menuntut ilmu dan riwayat-riwayat hadits Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p style="text-align:right;">إذا بلغك عن رجل بالمشرق صاحب سنة وآخر بالمغرب فابعث إليهما بالسلام وادع لهما ما أقل أهل السنة والجماعة.</p>
<p><em>“Jika kamu mendapat berita adanya seorang Ahlus Sunnah yang berada di belahan masyriq (timur) dan adanya seorang Ahlus Sunnah yang berada di maghrib (barat), maka sampaikanlah salam kepadanya dan do’akanlah kebaikan kepadanya karena betap</em><em>a</em><em> sedikitnya Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.” </em></p>
<p>Perkataan ini diucapkan oleh seorang Ahlul Hadits yang pada masa itu tersebar Sunnah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam, </em>masih banyak pada waktu itu ulama dan Ahlul Hadits, namun beliau masih saja mengatakan betapa sedikitnya Ahlus Sunnah.</p>
<p>Maka, ikhwani fiddin <em>rahimani wa rahimakumullah</em>, kita hidup di mana Ahlul Bathil di masa sekarang ini semakin banyak. Berbagai media mereka kuasai, mereka sudah memiliki berbagai perangkat dan sarana yang tidak bisa dimiliki oleh Ahlus Sunnah. Maka dari itu, <strong>nilai seorang saja dari saudara-saudara kita yang beraqidah di atas aqidah sunnah Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dan berada di atas taufiq-Nya adalah begitu mahalnya</strong>. Maka dari itu, jagalah baik-baik nikmat yang besar ini.</p>
<p>Tentunya dalam menjaga nikmat yang besar ini, kita mesti mengetahui berbagai sikap dan tindakan serta amalan yang bisa merusaknya, yang bisa mengganggu, menghilangkan, dan memporak-porandakan nikmat Al-Ukhuwwah ini. Dengan kita mengetahui berbagai tindakan, sikap dan amalan yang bisa merusak Al-Ukhuwwah tersebut, kita bisa menjauhkan diri kita dari ketergelinciran kepada perbuatan yang tercela itu. Terlalu banyak ayat dan hadits yang menjelaskan tentangnya dan tidak cukup waktu untuk kita jelaskan semuanya dalam pertemuan singkat ini.</p>
<p>Di antara yang bisa saya sebutkan dalam kesempatan ini adalah ayat Allah <em>subhanahu wata’ala:</em></p>
<p style="text-align:right;">يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ.</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, </em><em>jadilah kalian orang-orang yang selalu menegakkan kebaikan</em><em> </em><em>karena Allah, menjadi </em><em>para saksi yang bersaksi dengan sikap yang adil</em><em>, dan </em><em>janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk bersikap tidak adil</em><em>. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada taqwa, dan bertaqwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.”</em> (<strong>Al-Ma’idah: 8</strong>)</p>
<p>Ayat ini mengandung perintah kepada kita kaum mu’minin agar kita tidak terjerumus kepada perbuatan zhalim. <strong>Di antara perbuatan kezhaliman tersebut adalah sikap tidak adil ketika kita menyikapi suatu permasalahan atau menyikapi saudara kita</strong>, maka Allah <em>subhanahu wata’ala</em> menyatakan:</p>
<p style="text-align:right;">كُونُوا قَوَّامِينَ</p>
<p><em>“jadilah kalian orang-orang yang selalu menegakkan kebaikan”,</em></p>
<p style="text-align:right;">شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ</p>
<p><em>“</em><em>para saksi yang bersaksi dengan sikap yang adil”,</em></p>
<p style="text-align:right;">وَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآَنُ قَوْمٍ عَلَى أَلَّا تَعْدِلُوا</p>
<p><em>“janganlah kebencian kalian terhadap suatu kaum mendorong kalian untuk bersikap tidak adil”.</em></p>
<p>Sering kita mendapati di antara amalan yang merusak Al-Ukhuwwah adalah sikap tidak adil di dalam menyikapi saudara kita. Sikap tidak adil dalam menyikapi saudara kita ini banyak bentuknya. Di antara yang bisa saya sebutkan adalah antara lain: kalaua kita sedang berkawan, antara teman atau saudara atau istri kita hubungannya baik dan mesra, pada saat hubungan itu masih baik, kepentingan masing-masing masih terpenuhi, maka di saat itu betapa indahnya Al-Ukhuwwah. Masing-masing bisa menjaga saudaranya, menjaga harga diri dan aib saudaranya. Nampak darinya dan tidak keluar dari lisannya tentang saudaranya kecuali yang baik dan gambaran yang indah. Namun ketika sebagian kepentingan duniawinya terhalang, mulai sakit hati atau pernah tersinggung, maka hilang semuanya atau sebagiannya atau sebagian besarnya. Sudah mulai upaya untuk menjatuhkan saudaranya, tetangganya, atau yang lainnya. Itu sudah mulai dilakukan.</p>
<p>Tentu ini merupakan kezhaliman yang dilarang di dalam syari’at Islam. Bersikap adillah ketika berteman, bersikap adillah ketika bertetangga, bersikap adillah ketika bermuamalah, berhubungan dalam bentuk apapun, termasuk dalam hubungan rumah tangga. Karena sikap adil itu -yang dengan izin Allah bisa menjauhkan diri kita dari sikap zhalim- adalah ciri, kriteria dan sifat yang mulia dari seorang mu`min. Rasulullah <em>shallallahu &#8216;alaihi wasallam</em> dalam berbagai haditsnya mengingatkan tentang beberapa sikap dan amalan yang dapat merusak Al-Ukhuwwah.</p>
<p>Dalam hadits riwayat Muslim dari shahabat Abu Hurairah <em>radhiyallahu ‘anhu</em>:</p>
<p style="text-align:right;">لَا تَحَاسَدُوا وَلَا تَنَاجَشُوا وَلَا تَبَاغَضُوا ولاتدابروا ولايبع بعضكم على بيع بعض وَكُونُوا عِبَادَ اللَّهِ إِخْوَانًا المسلم أخو المسلم لايظلمه ولايحقره ولايخذله التقوى هاهنا التقوى هاهنا التقوى هاهنا بحسب امرئ من الشر أن يحقرأخاه المسلم كل المسلم على المسلم حرام دمه وماله وعرضه.</p>
<p><em>“Janganlah kalian saling hasad, saling berbuat najasy, saling membenci, saling membelakangi, dan janganlah salah seorang di antara kalian menjual barang yang sudah terjadi transaksi jual beli oleh orang lain, jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara, seorang muslim itu saudara bagi musliam yang lain, tidak boleh menzhaliminya, merendahkannya, membiarkannya (tidak peduli padanya), taqwa itu tempatnya di hati, taqwa itu tempatnya di hati, taqwa itu tempatnya di hati, cukuplah seseorang itu dikatakan telah berbuat kejelekan manakala telah merendahkan saudaranya sesama muslim, setiap muslim atas muslim yang lain itu haram darahnya, harta, dan kehormatannya.</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Hadits ini sangat mulia, sangat penting untuk selalu kita mengingatnya, terkhusus di antara sesama Ahlussunnah, karena memang Ukhuwwah <em>Sunniyyah Manhajiyyah</em> yang didirikan di atas aqidah itu mahal sekali. Di tengah-tengah umat berukhuwwah karena kepentingan dunia, kepentingan suku, organisasi, kepentingan madzhab, dan yang lainnya. Maka Ahlussunnah yang sangat sedikit dan <em>Ghuraba’</em> (asing) ini, mendirikan ukhuwwahnya di atas Al-Kitab dan As-Sunnah.</p>
<p>Sabda Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p style="text-align:right;">لَا تَحَاسَدُوا</p>
<p><em>“jangan kalian saling mendengki (hasad).”</em></p>
<p>Hal ini diingatkan karena memang Allah itu lebih mengutamakan sebagian hamba-Nya terhadap hamba-Nya yang lain dalam nikmat dan karunia yang Allah berikan. Allah berikan kepada si fulan dari sisi fisik, kenikmatan dari sisi rezeki dan kelapangan, kelebihan ilmu dan kepandaian, dan berbagai bentuk kelebihan yang tidak diberikan kepada yang lainnya. Sehingga janganlah terjatuh ke dalam perbuatan hasad.</p>
<p style="text-align:right;">وَرَبُّكَ يَخْلُقُ مَا يَشَاءُ وَيَخْتَارُ.</p>
<p><em>“Dan Rabbmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.” </em>(<strong>Al Qashahsh: 68</strong>)</p>
<p>Allah <em>subhanahu wata’ala</em> menciptakan apa yang dikehendaki-Nya dan memilih di antara hamba-hamba-Nya siapa yang pantas untuk diberikan keutamaan dan kelebihan. Kehendak Allah <em>subhanahu wata’ala</em> bersifat mutlak dan tidak dibatasi oleh kehendak siapapun. Perkara hasad merupakan perkara yang merusak Al-Ukhuwwah.</p>
<p>Penyakit hasad adalah penyakit yang menyebabkan terjadinya kemaksiatan pertama yang dilakukan hamba-hamba Allah. Tidaklah Iblis menggoda Adam dan Hawwa kecuali disebabkan oleh hasad dan dengki. Begitu juga kemungkaran dan kebathilan yang ada di muka bumi ini, mayoritasnya disebabkan oleh hasad. Barangsiapa yang Allah berikan padanya nikmat, bersyukurlah kepada-Nya, tidak boleh menganggap remeh dan merendahkan yang lainnya. Begitu pula sebaliknya, barangsiapa yang belum Allah berikan nikmat-nikmat tersebut, maka jangan dengki kepada saudaranya karena hasad dan dengki itu bisa menghilangkan dan merusak nikmat yang Allah berikan kepada kita.</p>
<p>Dan sabda beliau <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>:</p>
<p style="text-align:right;">وَلَا تَنَاجَشُوا</p>
<p><em>&#8220;janganlah kalian saling najasy.&#8221;</em></p>
<p>Yaitu transaksi yang dikenal di masa kita ini sebagai lelang, dalam bentuk diutusnya beberapa orang (pesuruh) oleh seorang pedagang yang dengan sengaja menawar suatu barang dagangan si pedagang yang menyuruhnya tadi dengan harga yang lebih tinggi padahal dia sendiri tidak ada keinginan untuk membeli barang tersebut. Hal ini dilakukan untuk menipu pembeli yang lain agar menawar barang tersebut dengan harga yang lebih tinggi.</p>
<p>Dunia itu tidak bernilai, tetapi terkadang bisa merusak dan menghancurkan hal-hal yang menguatkan Al-Ukhuwwah.</p>
<p>Tidak kalah pentingnya juga peringatan kepada para ummahat (ibu-ibu), karena mereka juga tidak kecil peranannya dalam merusak Al-Ukhuwwah. Dan di antara perkara yang bisa merusak Al-Ukhuwwah yang sering terjadi di antara suami dan istri adalah ghibah, definisi ghibah adalah:</p>
<p style="text-align:right;">ذكرك أخاك بما يكره وهو فيه</p>
<p><em>“menyebutkan aib saudaranya yang saudaranya itu benci untuk disebutkan aibnya dalam keadaan aib itu benar ada.”</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>Jika ternyata aib itu tidak ada pada saudaranya, maka disebut buhtan. Seperti ketika seorang suami-istri datang dari ta&#8217;lim, setelah pulang dari ta&#8217;lim justru mengghibahi saudaranya, ketika pulang dari ta&#8217;lim justru menceritakan anak ikhwan lain yang ngompol atau yang lainnya. Tutuplah aib saudaramu sebagaimana dalam hadits:</p>
<p style="text-align:right;">مَنْ سَتَرَ مُؤْمِنًا سَتَرَهُ اللَّهُ في الدنيا والآخرة</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menutup aib seorang mu’min, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat.”</em></p>
<p>Dan yang lainnya dari bentuk amalan yang bisa merusak Al-Ukhuwwah. Sengaja masalah ini disebutkan agar kita tidak tersibukkan dengan perkara intern Ahlus Sunnah seperti ini. Sehingga kita tidak habis waktunya hanya untuk saling membicarakan di antara kta. Tidak terkuras tenaga kita, tenaga kita dibutuhkan untuk membela tauhid dan sunnah Rasulullah, jangan dihabiskan tenaga kita untuk berbicara seperti ini. Ini merupakan perkara yang besar sebagaimana firman Allah <em>subhanahu wata’ala</em>:</p>
<p style="text-align:right;">إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ وَتَقُولُونَ بِأَفْوَاهِكُمْ مَا لَيْسَ لَكُمْ بِهِ عِلْمٌ وَتَحْسَبُونَهُ هَيِّنًا وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ.</p>
<p><em>“(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke mulut dan kamu katakan dengan mulutmu apa yang tidak kamu ketahui sedikit juga, dan kamu menganggapnya suatu yang ringan saja. padahal dia pada sisi Allah adalah besar.” </em>(<strong>An-Nur: 15</strong>)</p>
<p><em> </em></p>
<p>Jangan sampai majelis-majelis kita dipenuhi dengan seperti ini, karena ini dapat merusak Al-Ukhuwwah. Semoga yang sedikit kita dengarkan pada majelis siang hari ini menambah iman kita, dapat melanggengkan nikmat yang mulia yaitu nikmat Al-Ukhuwwah, dan Allah jadikan ilmu yang bermanfaat sekaligus menghapuskan berbagai kesalahan dan dosa-dosa kita. <em>Amin Ya Rabbal ‘Alamin</em>.</p>
<p style="text-align:right;">وصلى الله وسلم وبارك على نبينا محمد وعلى آله وصحبه وسلم، والحمد لله رب العالمين</p>
<p style="text-align:left;">Sumber: http://www.assalafy.org/mahad/?p=412</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Yakni Al-Qur’an dan As-Sunnah.</p>
<br />Posted in Nasehat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/3/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/3/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/3/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=3&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2009/12/29/wahai-ahlus-sunnah-jagalah-ukhuwwah-di-antara-kalian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Untuk Remaja Muslim</title>
		<link>http://w4hyu02.wordpress.com/2009/12/26/hello-world/</link>
		<comments>http://w4hyu02.wordpress.com/2009/12/26/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Dec 2009 03:25:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>w4hyu02</dc:creator>
				<category><![CDATA[Nasehat]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Nasehat Untuk Remaja Muslim Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan perkara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=1&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h2><span style="color:#ff00ff;"><strong>Nasehat  Untuk Remaja Muslim</strong></span></h2>
<p>Kami persembahkan nasehat ini untuk saudara-saudara kami terkhusus para  pemuda dan remaja muslim. Mudah-mudahan nasehat ini dapat membuka mata hati  mereka sehingga mereka lebih tahu tentang siapa dirinya sebenarnya, apa  kewajiban yang harus mereka tunaikan sebagai seorang muslim, agar mereka merasa  bahwa masa muda ini tidak sepantasnya untuk diisi dengan perkara yang bisa  melalaikan mereka dari mengingat Allah <em>subhanahu wata’ala</em> sebagai  penciptanya, agar mereka tidak terus-menerus bergelimang ke dalam kehidupan  dunia yang fana dan lupa akan negeri akhirat yang kekal abadi.</p>
<p><span id="more-1"></span>Wahai para pemuda muslim, tidakkah kalian menginginkan kehidupan yang bahagia  selamanya? Tidakkah kalian menginginkan jannah (surga) Allah <em>subhanahu  wata’ala</em> yang luasnya seluas langit dan bumi?</p>
<p>Ketahuilah, <em>jannah Allah subhanahu wata’ala </em>itu diraih dengan usaha  yang sungguh-sungguh dalam beramal. Jannah itu disediakan untuk orang-orang yang  bertaqwa yang mereka tahu bahwa hidup di dunia ini hanyalah sementara, mereka  merasa bahwa gemerlapnya kehidupan dunia ini akan menipu umat manusia dan  menyeret mereka kepada kehidupan yang sengsara di negeri akhirat selamanya.  Allah <em>subhanahu wata’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:right;">وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ  الْغُرُورِ</p>
<p><em>“Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu.” </em>(<strong>Ali ‘Imran: 185</strong>)</p>
<p><strong>Untuk Apa Kita Hidup di Dunia?</strong></p>
<p>Wahai para pemuda, ketahuilah, sungguh Allah <em>subhanahu wata’ala</em> telah menciptakan kita bukan tanpa adanya tujuan. Bukan pula memberikan kita  kesempatan untuk bersenang-senang saja, tetapi untuk meraih sebuah tujuan mulia.  Allah <em>subhanahu wata’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا  لِيَعْبُدُونِ</strong></p>
<p><em>“Dan tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka  beribadah kepada-Ku.”</em> (<strong>Adz Dzariyat: 56</strong>)</p>
<p>Beribadah kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em> dengan menjalankan segala  perintah-Nya dan menjauhi semua larangan-Nya. Itulah tugas utama yang harus  dijalankan oleh setiap hamba Allah.</p>
<p>Dalam beribadah, kita dituntut untuk ikhlas dalam menjalankannya. Yaitu  dengan beribadah semata-mata hanya mengharapkan ridha dan pahala dari Allah  <em>subhanahu wata’ala</em>. Jangan beribadah karena terpaksa, atau karena  <em>gengsi</em> terhadap orang-orang di sekitar kita. Apalagi beribadah dalam  rangka agar dikatakan bahwa kita adalah orang-orang yang alim, kita adalah  orang-orang shalih atau bentuk pujian dan sanjungan yang lain.</p>
<p><strong>Umurmu Tidak Akan Lama Lagi</strong></p>
<p>Wahai para pemuda, jangan sekali-kali terlintas di benak kalian:  <em>beribadah nanti saja kalau sudah tua</em>, atau <em>mumpung masih muda,  gunakan untuk foya-foya</em>. Ketahuilah, itu semua merupakan rayuan setan yang  mengajak kita untuk menjadi teman mereka di <em>An Nar</em> (neraka).</p>
<p>Tahukah kalian, kapan kalian akan dipanggil oleh Allah<em> subhanahu  wata’ala</em>, berapa lama lagi kalian akan hidup di dunia ini? Jawabannya  adalah sebagaimana firman Allah <em>subhanahu wata’ala</em>:</p>
<p style="text-align:right;">وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَاذَا تَكْسِبُ غَدًا وَمَا  تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ</p>
<p><em>“Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui apa yang akan dilakukannya  besok. Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati.  Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Mengenal.”</em> (<strong>Luqman:  34</strong>)</p>
<p>Wahai para pemuda, bertaqwalah kalian kepada Allah <em>subhanahu  wata’ala</em>. <strong>Mungkin hari ini kalian sedang berada di tengah-tengah  orang-orang yang sedang tertawa, berpesta, dan hura-hura menyambut tahun baru  dengan berbagai bentuk maksiat kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em>, tetapi  keesokan harinya kalian sudah berada di tengah-tengah orang-orang yang sedang  menangis menyaksikan jasad-jasad kalian dimasukkan ke liang <em>lahad</em> (kubur) yang sempit dan menyesakkan.</strong></p>
<p>Betapa celaka dan ruginya kita, apabila kita belum sempat beramal shalih.  Padahal, pada saat itu amalan diri kita sajalah yang akan menjadi pendamping  kita ketika menghadap Allah <em>subhanahu wata’ala</em>. Nabi <em>shallallahu  ‘alaihi wasallam</em> bersabda:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ: أَهْلُهُ  وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ, فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى وَاحِدٌ, يَرْجِعُ أَهْلُهُ  وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ.</strong></p>
<p><em>“Yang mengiringi jenazah itu ada tiga: keluarganya, hartanya, dan  amalannya. Dua dari tiga hal tersebut akan kembali dan tinggal satu saja (yang  mengiringinya), keluarga dan hartanya akan kembali, dan tinggal amalannya (yang  akan mengiringinya).” </em>(<strong>Muttafaqun ‘Alaihi</strong>)</p>
<p>Wahai para pemuda, takutlah kalian kepada adzab Allah <em>subhanahu  wata’ala</em>. Sudah siapkah kalian dengan timbangan amal yang pasti akan kalian  hadapi nanti. Sudah cukupkah amal yang kalian lakukan selama ini untuk menambah  berat timbangan amal kebaikan.</p>
<p>Betapa sengsaranya kita, ketika ternyata bobot timbangan kebaikan kita lebih  ringan daripada timbangan kejelekan. Ingatlah akan firman Allah <em>subhanahu  wata’ala</em>:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>فَأَمَّا مَنْ ثَقُلَتْ مَوَازِينُهُ فَهُوَ  فِي عِيشَةٍ رَاضِيَةٍ وَأَمَّا مَنْ خَفَّتْ مَوَازِينُهُ فَأُمُّهُ هَاوِيَةٌ  وَمَا أَدْرَاكَ مَا هِيَهْ نَارٌ حَامِيَةٌ</strong></p>
<p><em>“Dan adapun orang-orang yang berat timbangan (kebaikan)nya, maka dia  berada dalam kehidupan yang memuaskan. Dan adapun orang-orang yang ringan  timbangan (kebaikan)nya, maka tempat kembalinya adalah neraka Hawiyah. Tahukah  kamu apakah neraka Hawiyah itu? (Yaitu) api yang sangat panas.” </em>(<strong>Al  Qari’ah: 6-11</strong>)</p>
<p><strong>Bersegeralah dalam Beramal</strong></p>
<p>Wahai para pemuda, bersegeralah untuk beramal kebajikan, dirikanlah shalat  dengan sungguh-sungguh, ikhlas dan sesuai tuntunan Rasulullah <em>shallallahu  ‘alaihi wasallam</em>. Karena shalat adalah yang pertama kali akan dihisab nanti  pada hari kiamat, sebagaimana sabdanya:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ النَّاسُ بِهِ  يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ أَعْمَالِهِمْ الصَّلاَةُ</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya amalan yang pertama kali manusia dihisab dengannya di hari  kiamat adalah shalat.”</em> (<strong>HR. At Tirmidzi, An Nasa`i, Abu  Dawud</strong>, <strong>Ibnu Majah</strong> dan <strong>Ahmad. </strong>Lafazh  hadits riwayat Abu Dawud no.733)</p>
<p>Bagi laki-laki, hendaknya dengan berjama’ah di masjid. Banyaklah berdzikir  dan mengingat Allah <em>subhanahu wata’ala</em>. Bacalah Al Qur’an, karena  sesungguhnya ia akan memberikan syafaat bagi pembacanya pada hari kiamat  nanti.</p>
<p>Banyaklah bertaubat kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em>. Betapa banyak  dosa dan kemaksiatan yang telah kalian lakukan selama ini. Mudah-mudahan dengan  bertaubat, Allah <em>subhanahu wata’ala</em> akan mengampuni dosa-dosa kalian  dan memberi pahala yang dengannya kalian akan memperoleh kebahagiaan dunia dan  akhirat.</p>
<p>Wahai para pemuda, banyak-banyaklah beramal shalih, pasti Allah <em>subhanahu  wata’ala</em> akan memberi kalian kehidupan yang bahagia, dunia dan akhirat.  Allah <em>subhanahu wata’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ  أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ  أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ</strong></p>
<p><em>“Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun  perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya  kehidupan yang baik.”</em> (<strong>An Nahl: 97</strong>)</p>
<p><strong>Engkau Habiskan untuk Apa Masa Mudamu?</strong></p>
<p>Pertanyaan inilah yang akan diajukan kepada setiap hamba Allah <em>subhanahu  wata’ala</em> pada hari kiamat nanti. Sebagaimana yang diberitakan oleh  Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> dalam salah satu haditsnya:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>لاَ تَزُوْلُ قَدَمُ ابْنِ آدَمَ يَوْمَ  الْقِيَامَةِ مِنْ عِنْدِ رَبِّهِ حَتَّى يُسْأَلَ عَنْ خَمْسٍ : عَنْ عُمْرِهِ  فِيْمَا أَفْنَاهُ وَعَنْ شَبَابِهِ فِيْمَا أَبْلاَهُ وَمَالِهِ مِنْ أَيْنَ  اكْتَسَبَهُ وَفِيْمَا أَنْفَقَهُ وَمَاذَا عَمِلَ فِيْمَا عَلِمَ.</strong></p>
<p><em>“Tidak akan bergeser kaki anak Adam (manusia) pada hari kiamat nanti di  hadapan Rabbnya sampai ditanya tentang lima perkara: umurnya untuk apa  dihabiskan, masa mudanya untuk apa dihabiskan, hartanya dari mana dia dapatkan  dan dibelanjakan untuk apa harta tersebut, dan sudahkah beramal terhadap ilmu  yang telah ia ketahui.” </em>(<strong>HR. At Tirmidzi</strong> no. 2340)</p>
<p>Sekarang cobalah mengoreksi diri kalian sendiri, sudahkah kalian mengisi masa  muda kalian untuk hal-hal yang bermanfaat yang mendatangkan keridhaan Allah  <em>subhanahu wata’ala</em>? Ataukah kalian isi masa muda kalian dengan  perbuatan maksiat yang mendatangkan kemurkaan-Nya?</p>
<p>Kalau kalian masih saja mengisi waktu muda kalian untuk bersenang-senang dan  lupa kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em>, maka jawaban apa yang bisa kalian  ucapkan di hadapan Allah <em>subhanahu wata’ala</em> Sang Penguasa Hari  Pembalasan? Tidakkah kalian takut akan ancaman Allah <em>subhanahu wata’ala</em> terhadap orang yang banyak berbuat dosa dan maksiat? Padahal Allah <em>subhanahu  wata’ala</em> telah mengancam pelaku kejahatan dalam firman-Nya:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>مَنْ يَعْمَلْ سُوءًا يُجْزَ بِهِ وَلَا  يَجِدْ لَهُ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا</strong></p>
<p><em>“Barangsiapa yang mengerjakan kejahatan, niscaya akan diberi pembalasan  dengan kejahatan itu dan ia tidak mendapat pelindung dan tidak (pula) penolong  baginya selain dari Allah.”</em> (<strong>An Nisa’: 123</strong>)</p>
<p>Bukanlah masa tua yang akan ditanyakan oleh Allah <em>subhanahu  wata’ala</em>. Oleh karena itu, pergunakanlah kesempatan di masa muda kalian ini  untuk kebaikan.</p>
<p>Ingat-ingatlah selalu bahwa setiap amal yang kalian lakukan akan  dipertanggungjawabkan kelak di hadapan Allah <em>subhanahu wata’ala</em>.</p>
<p><strong>Jauhi Perbuatan Maksiat</strong></p>
<p>Apa yang menyebabkan Adam dan Hawwa dikeluarkan dari <em>Al Jannah</em> (surga)? Tidak lain adalah kemaksiatan mereka berdua kepada Allah <em>subhanahu  wata’ala</em>. Mereka melanggar larangan Allah <em>subhanahu wata’ala</em> karena mendekati sebuah pohon di <em>Al Jannah</em>, mereka terbujuk oleh rayuan  iblis yang mengajak mereka untuk bermaksiat kepada Allah <em>subhanahu  wata’ala</em>.</p>
<p>Wahai para pemuda, senantiasa iblis, setan, dan bala tentaranya berupaya  untuk mengajak umat manusia seluruhnya agar mereka bermaksiat kepada Allah  <em>subhanahu wata’ala</em>, mereka mengajak umat manusia seluruhnya untuk  menjadi temannya di neraka. Sebagaimana yang Allah <em>subhanahu wata’ala</em> jelaskan dalam firman-Nya (yang artinya):</p>
<p style="text-align:right;"><strong>إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ  فَاتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُونُوا مِنْ أَصْحَابِ  السَّعِيرِ</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia  musuh(mu), karena sesungguhnya setan-setan itu mengajak golongannya supaya  mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.”</em> (<strong>Fathir:  6</strong>)</p>
<p>Setiap amalan kejelekan dan maksiat yang engkau lakukan, walaupun kecil pasti  akan dicatat dan diperhitungkan di sisi Allah <em>subhanahu wata’ala</em>. Pasti  engkau akan melihat akibat buruk dari apa yang telah engkau lakukan itu. Allah  <em>subhanahu wata’ala</em> berfirman (yang artinya):</p>
<p style="text-align:right;"><strong>وَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا  يَرَهُ</strong></p>
<p><em>“Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sekecil apapun, niscaya dia  akan melihat (balasan)nya.”</em> (<strong>Az Zalzalah: 8</strong>)</p>
<p>Setan juga menghendaki dengan kemaksiatan ini, umat manusia menjadi terpecah  belah dan saling bermusuhan. Jangan dikira bahwa ketika engkau bersama  teman-temanmu melakukan kemaksiatan kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em>,  itu merupakan wujud solidaritas dan kekompakan di antara kalian. Sekali-kali  tidak, justru cepat atau lambat, teman yang engkau cintai menjadi musuh yang  paling engkau benci. Allah <em>subhanahu wata’ala</em> berfirman:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ  بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ  عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلَاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya setan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan  kebencian di antara kamu karena (meminum) khamr dan berjudi itu, dan menghalangi  kamu dari mengingat Allah dan shalat, maka berhentilah kamu (dari mengerjakan  perbuatan itu).”</em> (<strong>Al Maidah: 91</strong>)</p>
<p>Demikianlah setan menjadikan perbuatan maksiat yang dilakukan manusia sebagai  sarana untuk memecah belah dan menimbulkan permusuhan di antara mereka.</p>
<p><strong>Ibadah yang Benar Dibangun di atas Ilmu</strong></p>
<p>Wahai para pemuda, setelah kalian mengetahui bahwa tugas utama kalian hidup  di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah <em>subhanahu wata’ala</em> semata, maka sekarang ketahuilah bahwa Allah <em>subhanahu wata’ala</em> hanya  menerima amalan ibadah yang dikerjakan dengan benar. Untuk itulah wajib atas  kalian untuk belajar dan menuntut ilmu agama, mengenal Allah <em>subhanahu  wata’ala</em>, mengenal Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, dan  mengenal agama Islam ini, mengenal mana yang halal dan mana yang haram, mana  yang haq (benar) dan mana yang bathil (salah), serta mana yang sunnah dan mana  yang bid’ah.</p>
<p>Dengan ilmu agama, kalian akan terbimbing dalam beribadah kepada Allah  <em>subhanahu wata’ala</em>, sehingga ibadah yang kalian lakukan benar-benar  diterima di sisi Allah <em>subhanahu wata’ala</em>. Betapa banyak orang yang  beramal kebajikan tetapi ternyata amalannya tidak diterima di sisi Allah  <em>subhanahu wata’ala</em>, karena amalannya tidak dibangun di atas ilmu agama  yang benar.</p>
<p>Oleh karena itu, wahai para pemuda muslim, pada kesempatan ini, kami juga  menasehatkan kepada kalian untuk banyak mempelajari ilmu agama, duduk di  majelis-majelis ilmu, mendengarkan Al Qur’an dan hadits serta nasehat dan  penjelasan para ulama. Jangan sibukkan diri kalian dengan hal-hal yang kurang  bermanfaat bagi diri kalian, terlebih lagi hal-hal yang mendatangkan murka Allah  <em>subhanahu wata’ala</em>.</p>
<p>Ketahuilah, menuntut ilmu agama merupakan kewajiban bagi setiap muslim, maka  barangsiapa yang meninggalkannya dia akan mendapatkan dosa, dan setiap dosa  pasti akan menyebabkan kecelakaan bagi pelakunya.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>طَلَبُ الْعِلْمِ فَرِيْضَةٌ عَلَى كُلِّ  مُسْلِمٍ.</strong></p>
<p><em>“Menuntut ilmu agama itu merupakan kewajiban bagi setiap muslim.” </em>(<strong>HR. Ibnu Majah</strong> no.224)</p>
<p><strong>Akhir Kata</strong></p>
<p>Semoga nasehat yang sedikit ini bisa memberikan manfaat yang banyak kepada  kita semua. Sesungguhnya nasehat itu merupakan perkara yang sangat penting dalam  agama ini, bahkan saling memberikan nasehat merupakan salah satu sifat  orang-orang yang dijauhkan dari kerugian, sebagaimana yang Allah <em>subhanahu  wata’ala</em> firmankan dalam surat Al ‘Ashr:</p>
<p style="text-align:right;"><strong>وَالْعَصْرِ (1) إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي  خُسْرٍ (2) إِلَّا الَّذِينَ آَمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا  بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ</strong></p>
<p><em>“Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali  orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih dan nasehat- menasehati  dalam kebenaran dan nasehat-menasehati supaya menetapi kesabaran.”</em> (<strong>Al ‘Ashr: 1-3</strong>)</p>
<p><em>Wallahu ta‘ala a’lam bishshowab.</em></p>
<p><strong>Sumber: Buletin Al-Ilmu, Penerbit Yayasan As-Salafy  Jember</strong></p>
<p><em> </em></p>
<h3><strong>Nasehat Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts  Al-‘Ilmiyyah Wal Ifta’</strong></h3>
<p><strong>Pertanyaan:</strong></p>
<p>Bagaimana seorang muslim menempuh jalan keselamatan? Apa yang harus  dilakukannya dalam menempuh kehidupan yang penuh dengan hal-hal yang bersifat  materi ini, yang manusia sangat berlebihan dalam bergelimang padanya sehingga  menyebabkan kerasnya hati-hati mereka, Wal ‘Iyadzubillah?</p>
<p>Apa nasehat dan arahan anda kepada saya sebagai seorang pemuda berusia 20  tahun yang cenderung kepada dunia? Apa buku-buku yang anda nasehatkan kepada  kami untuk dibaca?</p>
<h3><strong>Al-Lajnah Ad-Da’imah Lil Buhuts  Al-‘Ilmiyyah Wal Ifta’ menjawab:</strong></h3>
<p>Wajib atas engkau untuk bertaqwa kepada Allah <em>ta’ala</em>, mentaati-Nya,  dan mentaati Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>, berpegang teguh  dengan Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em>,  melakukan sesuatu yang bermanfaat bagi engkau dan menjauhi hal-hal yang tidak  bermanfaat, menjauhi berbagai fitnah, senantiasa berbuat baik dan menghindari  segala bentuk kejelekan, memperbanyak membaca Al-Qur’an disertai dengan upaya  memahami maknanya, menjaga dzikir-dzikir yang shahih dan <em>tsabit</em> dari  Nabi <em>shallallahu ‘alaihi wasallam</em> disertai dengan sikap rendah diri dan  menghadirkan hati (khusyu’), membaca kitab (buku-buku) yang banyak terdapat di  dalamnya hikmah-hikmah dan nasehat-nasehat seperti kitab Al-Fawa’id dan kitab  Ad-Da’u Wad Dawa’ yang keduanya karangan Ibnul Qayyim rahimahullah, berdo’alah  kepada Allah dalam sujud engkau dengan do’a-do’a yang terdapat dalam As-Sunnah  disertai dengan rendah diri dan khusyu’, mudah-mudahan Allah memberikan hidayah  dan melapangkan hati engkau untuk berada di atas kebaikan, dan menjaga engkau  dari segala fitnah yang nampak maupun tersembunyi.</p>
<p>Dan di antara kitab-kitab yang bermanfaat adalah Zadul Ma’ad Fi Hadyi Khairil  ‘Ibad, Ighatsatul Lahfan yang keduanya karangan Ibnul Qayyim rahimahullah, dan  juga kitab Fathul Majid Syarh Kitab At-Tauhid, disertai dengan perhatian kepada  kitab Ash-Shahihain (Shahih Al-Bukhari dan Shahih Muslim) dan tafsri Ibni  Katsir.</p>
<p style="text-align:right;"><strong>وصلى الله على نبينا محمد وصحبه  وسلم.</strong></p>
<p>[<strong>Fatawa Islamiyyah IV/498</strong>]<strong><em> </em></strong></p>
<br />Posted in Nasehat  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/w4hyu02.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/w4hyu02.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/w4hyu02.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/w4hyu02.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/w4hyu02.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/w4hyu02.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/w4hyu02.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/w4hyu02.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/w4hyu02.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/w4hyu02.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/w4hyu02.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/w4hyu02.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/w4hyu02.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/w4hyu02.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=w4hyu02.wordpress.com&amp;blog=11108466&amp;post=1&amp;subd=w4hyu02&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://w4hyu02.wordpress.com/2009/12/26/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/dd5d9ca39059888af955f68c42a6f298?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">w4hyu02</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
